Tampilkan postingan dengan label pikiran dudul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pikiran dudul. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Desember 2012

2012 : Roller Coaster year!

It is a super rollercoaster year. Terlalu banyak emosi di dalamnya.  Ada yang sangat menyenangkan, ada yang juga sangat absurd. Jantung gw sampe ga kuat gini. Hahaha.

Jadi gw memutuskan untuk mereview postingan-postingan gw selama 2012 dan mengambil cuplikan tulisan gw yang paling menggambarkan rollercoaster emosi gw di 2012. Hahahaha.


Januari 2012

"Bulan yang juga memantapkan gw untuk menjadi Gita yang ceria seperti dahulu kala lagi. Gita yang meninggalkan permasalahan hati di belakang, mengambil hikmatnya, dan beriman menerima segala sesuatu. Hahaha. Berkaca-kaca gini gw nulisnya.

Well, beberapa orang memang jatuh cinta dengan orang yang benar di saat yang tepat. Tapi beberapa orang ga seberuntung itu. Jadi gw bersyukur pernah benar-benar jatuh cinta dan dicintai. Pada akhirnya, cinta itu adalah membuat orang yang disayangi benar-benar bahagia. Bisa menerima dia apa adanya. Dan soal menikah atau tidak, itu bukan lagi masalah. Pengetahuan akan rasa sayang itu sendiri bagi gw sudahlah lebih dari cukup. Hidup selalu punya rahasia untuk mendewasakan manusia, dan gw siap untuk itu."

(Januari Adalah, 18 Jan 2012)


Februari 2012

"Kayaknya efek si mushroom ini masih bisa bikin gw happy sampai sekarang. Gw masih happy, masih ceria, masih santai, pokoknya masih feeling so good. I do enjoy my life. Well, ada beberapa luka batin (ceileee.. luka batiiiin..) yang masih terasa perih di sana sini, tapi herannya udah ga sesakit dulu. Semua kayak berasa lebih indah dan lebih gampang.

Gw juga ga yakin apa yang terjadi sih, tapi perjalanan kali ini kayak membantu gw menemukan diri gw yang dulu. Kalo kata Iqbal sih, si "Kugy" dalam diri gw. Yang bisa ketawa, bisa melihat segala sesuatu dengan santai, bisa damai. Mungkin karena gw merasa udah pernah ketemu sama Tuhan saat lagi jalan-jalan di dunia paralel gara-gara si mushroom ini. Hahahaha."
 
(MBTI Personality Assesment, 20 Feb 2012)


Maret 2012

"saya hanya ingin kembali ke sebuah harimenemukan lagi
rasa basah
angin yang bertiup
musik
pantai
sedikit ketenangan
sedikit
lagi"

(11 Februari 2012, 23 Mar 2012)


April 2012

"But i already get what i supposed to get. So it's just so lame, i keep complaining about this unhappy thought. Something missing and I don't know what it is.

Tidak teruji dan belum teruji."

(Random, 7 April 2012)


Mei 2012

"Hahahaha. Ini panjang ceritanya. Intinya adalah bukan ke mana kita pergi, tapi dengan siapa kita pergi. Kali ini gw akan pergi dengan duo dynamite mas agung dan  mas benny plus satu kroconya rendy. Gw ga bisa nebak deh entar ketololan apa yang akan terjadi. In the end bakal ada mbak dina, mbak mita, dan mas adhy sih.

Jadi jadi jadi? Ya suw.. Just wait for my story in the next 2-3 weeks ya! Wish me luck!"

(CT in the next 24 hours :D, 11 May 2012)


June 2012

"November 2010. Sudah 1,5 tahun berlalu. Dan memang benar demikian. Keadaan belum berubah, Masih berlaku sampai sekarang, Juni 2012. Tidak peduli seberapa keras kita berdua berusaha membunuh dan membenci satu sama lain.

Never knew that a feeling could remain the same after all of this time.."

(Kalau, 17 Juni 2012)


July 2012

"Tidak ada yang abadi, namun bukan sesuatu untuk ditangisi.
Tua itu pasti.
Dewasa itu pilihan.
Bijaksana itu pilihan
Bahagia itu pilihan"

(Suatu Hari di Bina Bakti, 21 Juli 2012)


August 2012

"Saya selalu mengagumi orang-orang yang selalu ceria, dan merasa bahwa hal-hal yang sedih tidak perlu diumbar kemana-mana. Kalau dipikir-pikir memang buat apa bersedih. Segala sesuatu yang sudah terjadi tidak bisa diulang lagi. Tapi ngomong doang kan gampang ya. Makanya kita butuh teman. Buat bercerita, menumpahkan semua-muanya, berkeluh kesah, mewek mewek ga jelas. Dan saya pingin jadi orang yang seperti itu. Orang yang bisa jadi tempat sampah semua orang. Bisa mendengarkan dan kalau bisa memberikan solusi. Jadi orang bijak, hahahaha."

(Semua Orang Punya FTV-nya Masing-Masing,  6 Agustus 2012)


September 2012

"My first 10 K race was on mid September. Adidas King of the Road. 10 K in 1 hour 15 minutes. Seru loh. lari bareng-bareng gitu. Teman teman saya macam Agung, Benny, Gea, mereka happy banget ikut event beginian padahal ga biasa lari.  Yeay yeay yeay. Saya jadi semakin semangat latihan sejak event ini. Semoga enam bulan ke depan bisa lah 10 K satu jam saja."

(I Run, I Have Fun , 25 Sept 2012)

October 2012

"Oiya, buat dapet licensenya, SSI ini cukup cepat. Setelah hari minggu diving pertama turun empat kali, hari Rabu kita sudah dapat email notifikasi bahwa license kita sudah jadi. Ini "gelar" diving saya : Open Water Diver (741072Z3503893050810-ID). "

(#9 - Pulau Pramuka : First Diving Trip, 29 Oct 2012)


November 2012

"I thank God for every blessing He gives me that I can enjoy life to the maximum level. I feel so updated and I can't wait to explore more and more all the universe of life. :)"

(Updated me! 27 Nov 2012)


December 2012

Well, gw ga begitu menulis banyak di Desember. Banyak sekali hal yang terjadi. Dari yang menyenangkan sekali sampai yang menyedihkan sekali. Target untuk mengunjungi 12 tempat di 2012 tidak tercapai. Hanya 11 saja itu pun 2 belum saya post di blog karena terlalu lelah. Target punya pacar juga ga tercapai, masih singel tapi super bahagia. Hahaha. Target berat badan untungnya tercapai. Stabil di angka 50-51.

Tapi saya percaya di hari terakhir tahun 2012 ini saya sudah menjadi lebih dewasa dan lebih sabar. Semoga di tahun 2013, lebih banyak lagi kebahagiaan bisa saya sebarkan ke orang-orang sekitar saya. Semoga.

Happy New Year!!! :D:D


Senin, 06 Agustus 2012

Semua Orang Punya FTV-nya Masing-Masing

Minggu-minggu terakhir ini saya mendengarkan banyak cerita dari teman-teman sekitar saya. Mulai dari yang sedih, sedih banget, sampe sedih menjurus tragis. Hahaha. Mulai dari hubungan yang kandas setelah sewindu lebih. Atau bertemu 'soulmate' di kala yang satu sudah berkomitmen dengan orang lain dan akhirnya mereka memutuskan untuk mundur, melupakan kekuatan rasa yang terjadi. Atau rekan kerja yang akhirnya berhasil hamil setelah usaha bertahun-tahun, tapi lalu keguguran. Atau jatuh cinta kepada orang yang sudah punya pacar. Tidak bisa move on, terjebak dalam situasi tidak menyenangkan. Sampai pernikahan yang dibatalkan beberapa minggu sebelum hari H.

Kayak cerita cerita di FTV.Well, kalo kata temen saya yang namanya Fachmi Permadi, semua orang punya FTV-nya masing-masing.

Kita tidak pernah tahu bagaimana hidup memilihkan kita jalan. Semua hal di dunia ini bekerja dengan cara yang misterius. Mengapa kita jatuh cinta, mengapa kita  melupakan, mengapa kita membenci. Kadang terasa sangat depresif, kadanga malam terjadi begitu saja tanpa tekanan yang berarti.

Saya selalu mengagumi orang-orang yang selalu ceria, dan merasa bahwa hal-hal yang sedih tidak perlu diumbar kemana-mana. Kalau dipikir-pikir memang buat apa bersedih. Segala sesuatu yang sudah terjadi tidak bisa diulang lagi. Tapi ngomong doang kan gampang ya. Makanya kita butuh teman. Buat bercerita, menumpahkan semua-muanya, berkeluh kesah, mewek mewek ga jelas. Dan saya pingin jadi orang yang seperti itu. Orang yang bisa jadi tempat sampah semua orang. Bisa mendengarkan dan kalau bisa memberikan solusi. Jadi orang bijak, hahahaha.

Mellow. Malam ini judulnya mellow. Aneh memang. Orang lain yang punya perkara, kok saya yang sedih sedih ga jelas begini. Hahahaha. Tapi setelah dipikir-pikir kok nyaman ya. Maksudnya, perasaan mellow kayak gini kayaknya sesuatu yang membuat saya nyaman. Hahaha. Ada sesuatu yang kosong di dalam sini dan masih belum ketemu apa. Firasat saya mengatakan *halah* bahwa setiap cerita yang saya dengar itu punya maksud dan tujuan. Ada pesan-pesan tersembunyi di dalamnya, yang bisa menuntun saya menemukan apa pun itu yang saya cari. Jadi saya merasa nyaman mungkin karena dengan semakin banyak hal-hal yang bikin saya mellow, artinya semakin banyak petunjuk dan saya tidak dibiarkan sendiri.

Balik ke topik semula. Semua orang punya FTV-nya masing-masing. Semua orang punya luka masing-masig, dan mereka  punya cara masing-masing untuk menghadapi sakitnya. Semoga kita semua bisa melalui FTV kita masing-masing dengan baik. Hahaha. Ini tulisan so ga jelas gini. Maafkan ya. :D

Senin, 20 Februari 2012

MBTI Personality Assessment

MBTI itu adalah Myers-Briggs Type Indicator. Salah satu alat yang digunakan untuk mengerti karakter seseorang. Nah, sekarang kan gw lagi ikut training leadership. Salah satu prework nya itu adalah untuk ngambil tes MBTI online. Hasilnya nanti adalah bagaimana karakter kita dipandang dari empat hal. Ada empat dikotominya.


Pertama : Bagaimana kita mendapatkan energi?

Kedua : Bagaimana kita memproses informasi?

Ketiga : bagaimana kita mengambil keputusan?

Keempat : Bagaimana kita menghadapi hidup?



Jadi, hasil akhir dari tes MBTI ini adalah 4 huruf yang mewakili karakter kita di setiap dikotomi di atas ini. Gw ngerjain tes ini awal tahun ini, gw kerjakan dengan serius. Gw pikirin bener-bener setiap pertanyaannya. Tapi hasilnya ga langsung dikasih tahu. Katanya sih mau dikirim via email.


Nah, tadi pas lagi trainingnya, dibahaslah si MBTI ini. Gw baru inget kalo gw belum terima hasil tes onlinenya. Ternyata emang belum dikirim. Sama fasilitatornya, kita semua dijelasin lagi satu persatu setiap dikotomi MBTI ini dan disuruh menentukan kita ada di sudut yang mana saat itu juga. Dari aktifitas itu, hasil gw adalah ESFP . Extraversion, Sensing, Feeling, Perceiving.


ESFP : Outgoing, friendly, and accepting. Exuberant lovers of life, people, and material comforts. Enjoy working with others to make things happen. Bring common sense and a realistic approach to their work and make work fun. Flexible and spontaneous, adapt readily to new people and encironments. Learn best by trying a new skill with other people.



Setelah selesai aktifitas itu, dibagiinlah hasil tes MBTI online yang gw kerjain tempo hari. Pas ngeliat hasilnya gw ngakak. Berdasarkan tes online, gw adalah ISTJ. Introversion, Sensing, Thinking, Judging.


ISTJ: Quiet, serious, earn success by thoroughness and dependability. Practical, matter-of-fact, realistic, and responsible. Decide logically what should be done and work toward it steadily, regardless of distractions. Take pleasure in making everything orderly and organized - their work, their home, their life. Value traditions and loyalty.


Jeng jeng jeng..


Kok bisa beda banget gitu ya. Cuma satu elemen yang sama. Di bagian bagaimana gw mengolah informasi. Sisanya bertolak belakang semua gitu. Kok bisa ya? Kalo kata fasilitatornya, ya emang bisa, MBTI itu menjelaskan kita nyamannya di mana. Sama aja kayak nulis pake tangan kiri dan pake tangan kanan. Dua-duanya bisa kan sebenernya (walaupun yang satu pasti tulisannya jelek), tapi pasti ada satu yang lebih nyaman. MBTI juga gini. Kita bisa aja merasa cocok dengan dekripsi Extraversion dan juga Introversion, tapi pasti ada satu yang lebih nyaman atau lebih natural buat kita.


Hmmm.. Berarti pas gw ngambil tes online, gw nyaman dengan kondisi ISTJ. Nah, pas tadi gw self assesment langsung, gw nyaman dengan kondisi ESFP.


Mari kita ingat-ingat. Satu hal yang yang terjadi di antara gw ketika mengambil tes online dan gw saat ini cuma satu sih. BALI - BANGKOK - SINGAPORE trip!


Hmmm wait.


Gw rasa kalo mau lebih spesifik si ya MUSHROOM! Hahahaha.


Kayaknya efek si mushroom ini masih bisa bikin gw happy sampai sekarang. Gw masih happy, masih ceria, masih santai, pokoknya masih feeling so good. I do enjoy my life. Well, ada beberapa luka batin (ceileee.. luka batiiiin..) yang masih terasa perih di sana sini, tapi herannya udah ga sesakit dulu. Semua kayak berasa lebih indah dan lebih gampang.


Gw juga ga yakin apa yang terjadi sih, tapi perjalanan kali ini kayak membantu gw menemukan diri gw yang dulu. Kalo kata Iqbal sih, si "Kugy" dalam diri gw. Yang bisa ketawa, bisa melihat segala sesuatu dengan santai, bisa damai. Mungkin karena gw merasa udah pernah ketemu sama Tuhan saat lagi jalan-jalan di dunia paralel gara-gara si mushroom ini. Hahahaha.


Kembali ke si MBTI preferences ini. Gw pikir baik si ESFP maupun ISTJ, gw bisa nyaman di kedua karakter itu. Tiba-tiba kepikiran aja nih. Eng ing eng, jangan-jangan gw berkepribadian ganda apa? Hahaha. Ngaco. Bukan itu. Tiba-tiba kepikiran aja bahwa ada penjelasan yang lebih masuk akal >> gw belum benar-benar paham karakter gw. Lebih jelasnya : tidak berkarakter [:


Errr.. Hahaha. Itu kok kayaknya menjelaskan dualisme karakter MBTI gw ya. Hahaha.


But anyway, life is a journey. I'm still on my way, collecting the missing puzzle, defining the life and the universe secret. Hihihi. Sweet disposition lah pokoknya :D

Jumat, 23 September 2011

Lebih Baik Beda Agama daripada Beda Selera Musik

Judul di atas adalah kutipan dari Cini, teman kantornya Fikri yang ditulis di twitter. Pas baca itu, langsung aja saya bales kalau yang begituan ga laku di babehnya saya.

Hahahaha.

Tapi saya sepakat sekali. Selera musik menentukan kiblat. Chemistry nya pasti bakal lebih ada kalau pasangan kita punya selera musik yang sama. Selera musik yang sama artinya adalah ada kesamaan dalam memaknai suatu kondisi tertentu. Ada pengertian. Ada komunikasi tak terucap.

Selera musik saya apa? Itu agak sulit ya. Mungkin cenderung tidak punya jati diri. Hahaha. Tapi saya selalu suka grup musik band genre sejenis britpop gitu gitu lah. Oasis, Snow Patrol, Death Cab For Cutie, etc.

Maka saya masih menunggu. Orang yang bisa menikmati konser paduan suara, bisa loncat-loncat nonton konser Linkin Park, galau ngedengerin Mew, karaokean lagu jadul 80-90an dan ngerti band lokal aseli Indonesia maam Melbi, ERK atau Polem. Meminjam istilah teman SMP saya si VIci, tempat sampah : musik apa aja masuk.

Tapi biasanya kan kalo kita masang kriteria, dapetnya tuh suka ga sesuai. Ya ga masalah sih. Kalau cinta berbicara, penyanyi dangdut mungkin juga akan saya nikahi. Hahahaha.

Kamis, 15 September 2011

Bagaimana Mengatasi Sedih dan Marah

Sedih?
Cari zona nyaman. Tarik nafas, rasain emosinya, rasain sakit yang biasanya muncul di bagian dada, rasain gumpalan air mata yang tiba-tiba bisa muncul menggunduk di pinggir mata.

Marah?
Cari zona nyaman. Tarik nafas, rasain emosinya, rasain sakit yang biasanya muncul di bagian kepala, tasain badan lo tiba-tiba menjadi panas, tutup mata lo, bayangin ada seribu gelas kaca pecah di tangan lo.

Setelah itu ingatlah bahwa semesta bekerja dengan ajaib. Energi itu mengalir. Bahwa setelah energi buruk pasti akan ada energi baik. Semesta akan mengatur. kalau memang kita yang disakiti, mesti nanti ada obatnya. Ya pake iman sih. Pake iman bahwa ada kesetimbangan yang mengatur energi. Sebagian bilang itu yang namanya Tuhan.

Harusnya setelah itu kamu bisa mengendalikan situasi, tidak berbuat bodoh, dan tidak merusak suasana. Kalau tidak bekerja? Ya anggap saja proses belajar. Kalau gagal, masih ada kesempatan memperbaiki lagi. Semoga masih ada.

Rabu, 14 September 2011

Judge a Book by Its Cover

Bayang kan kamu adalah seorang agen real estate elit. Kamu sedang bekerja di kantormu ketika tiba-tiba seorang wanita muda dengan kaos, jaket coklat, celana jeans skinny (bermerek tapi) dan sepatu crocs buatan china masuk dan menyodorkan tangan. Si wanita ini mengaku-ngaku berasal dari perusahaan besar dan ingin bekerja sama dengan pihak pengembang tempat kamu bekerja.

Apakah kamu akan langsung percaya?
Apakah kamu akan berprasangka buruk bahwa si wanita ini paling hanya main-main, karena tampilan luarnya tidak memproyeksikan kemampuan finansial tertentu?

Hahahahaha.

Intinya, hari ini saya merasa dapat justifikasi dari sampul luar saja.
Tapi ya ga apa-apa sih. Saya juga sering menjustifikasi orang. Sering. Jago pula.
Hahahaha.
Karma.

Teori saya sih, dengan main justifikasi, seseorang akan merasa lebih aman tanda kutip. Lebih tinggi tanda kutip. Bermain tuhan lah gampangnya. Enak tahu, bisa bilang si A begini, si B begitu seenak jidat ga pake mikir. Tapi itu kalo justifikasinya salah, kasian si A dan si B kan ya kan.
Jadi, main justifikasi itu memang bikin merasa aman tanda kutip, tapi menyakiti tanda kutip orang lain juga.

Jadi moral hari ini adalah mari belajar untuk tidak menjustifikasi orang seenak jidat.
Gampang - gampang susah, tapi bukannya ga mungkin.
Yuk mari! :)

Rabu, 17 Agustus 2011

Mahardika

Luar biasa juga ya membayangkan ada orang seperti Soekarno yang bisa membuat satu dunia percaya kalau Indonesia merdeka. Bayangkan saja. Waktu itu siapa sih yang tahu Indonesia? Cuma tahu itu bagian dari kolonial Belanda.

Pernah terpikir ga?

Papua yang ingin merdeka dari Indonesia itu analog dengan "Indonesia" ingin merdeka dari Belanda. Gerakan Papua Merdeka sama aja dengan pejuang Indonesia yang bergerilya. Tentara Indonesia yang dikerahkan ke Papua sama aja dengan tentara Belanda?

Kalau mendengar berita soal Papua / Irian Jaya, selalu itu yang gw pikirkan.
Apa bedanya Papua dengan Hindia Belanda..

Bagaimana kalau nanti akan ada "Soekarno" nya Papua?

Menurut gw ya, negara itu cuma ide . Batasnya adalah imajiner. Cuma sebatas garis di peta. Merdeka juga cuma ide. Kita sekarang sedang merayakan ide. Ga salah. Manusia butuh ide, makanya manusia butuh Tuhan.

Gw bodoh soal pengetahuan sejarah, politik dan ekonomi. Jadi mungkin pertanyaan-pertanyaan gw di atas adalah terbaca sangat dangkal dan banal.

Okai. Selamat tujuh belasan. Tahun ini, tidak ada perasaan khusus mengenai apa pun terkait kemerdekaan. Cenderung ke a.p.a.t.i.s.

Untuk menutup, "merdeka" berasal dari bahasa San Sekerta "Mahardika". Artinya kaya, makmur dan berkuasa. Mari kita aminkan. AMIN!

Sabtu, 30 Juli 2011

Galau - Kacau Tidak Keruan

Jeng jeng jeng..
Saya merubah lagi template blog saya menjadi warna pink. Hahahaha. Mencoba menggali sisi yang lebih cerah dari hidup ini.

Ada yang nanya saya pas liat templat baru ini. "Kenapa lo Git? Galau?"
Hmmmm. Saya diem dulu. Mungkin maksudnya dia, saya lagi plin plan banyak pikiran ga jelas makanya milih tempate blog pink ini kali ya. Padahal suasana hati saya lagi heboh syalala trilili penuh aura positif. Rame bener deh. Itu juga galau sih..

Pahamkah anda apa arti kata GALAU?
Menurut kamus bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

ga.lau a, ber.ga.lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan

Jadi galau itu adalah kata sifat yang merujuk pada keramaian, kekacauan. Tapi setahun belakangan ini, kata galau seolah-olah berubah arti menjadi sedih, sendu, bermasalah, patah hati. Menurut saya sih agak jauh dari makna kata sebenarnya. Saya juga kerap memakai kata galau untuk menunjukan perasaan hati tak menentu.

Tapi pas baca definisinya di kamus, kok ga pas gitu ya. Sebagian besar orang sepertinya memakai galau untuk menunjuk perasaan kacau tidak keruan. Tapi berarti lagi, ga salah dong kalau saya bilang "Gila, jalanan galau parah." atau "Ni orang-orang pada galau ke PRJ ya, macet banger?"

Terus? Ya udah ga apa-apa sih. Mungkin saya akan mencoba menggunakan kata galau yang merujuk pada arti sibuk beramai-ramai atau ramai sekali.
Ehehehe.

[ ]

Rabu, 25 Mei 2011

Time Will Tell :)

Dimulai dari twitnya Sasa yang masih kelas 8 - setara dengan 2 SMP.

"Am I falling for the right one?"


Saya pernah punya pertanyaan yang sama sekitar tiga empat tahun yang lalu. Salah. Bukan. Bukan tiga empat tahun yang lalu, tapi sekarang! Jauh di dalam lubuk hati saya yang paling dalam, saya juga menanyakan hal yang sama. Saya pikir saya punya jawabannya. Maka saya jawab.

"Time will tell :)"

Beberapa menit kemudia Putri mengutip percakapan sederhana itu dan menambahkan satu pertanyaan.

"How long should I wait for that time?"


Jegeeeeeeer. Hahahaha. Saya tidak tahu jawabannya. Mungkin tahu, tapi malas menguraikannya dalam bahasa yang gampang, ga muluk-muluk, dapat dimengerti, hanya dalam seratus empat puluh karakter. Hahaha.

Iya, waktu akan menjawab, tapi bukan waktu yang benar-benar menjawab. Soalnya sebenarnya yang tahu jawabannya kan diri kita sendiri. Ketika kita yakin akan satu hal yang benar dan pasangan kita memenuhi syarat untuk dinyatakan sebagai bagian dari "hal yang benar", maka dialah the right man.

Tapi masalahnya, kita belum benar-benar tahu apa yang benar buat kita. Atau bisa saja hal yang kita anggap benar berubah menjadi salah - kita merubah pegangan hidup kita. Semua faktor bisa terjadi dalam suatu rentang waktu tertentu. Tapi kuncinya adalah hati kita sendiri.

Berapa lama pada akhirnya hati kita bisa melihat apa yang sesungguhnya kita cari dari pasanan kita?
Berapa lama pada akhirnya hati kita bisa mengerti apa yang kita butuhkan dalam hidup ini?
Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk meneguhkan diri menyatakan sesuatu itu salah atau benar?
Berapa lama kita bisa bertahan dalam satu pendirian dan tidak goyah dengan pendapat dari luar?
Hanya dengan menjalaninya, seiring waktu bergulir kita bisa menjawannya.

Ngerti ga? Ngerti ga?
Hahaha.

Jadi Putri, jawabannya adalah :
"Nobody knows. Time will tell, don't count it - just let it flow :D"

****

Selasa, 24 Mei 2011

Avril Lavigne dan Uvigne dan Ivigne


Hari Rabu 11 May lalu secara mendadak saya diajak nonton konser Avril Lavigne bareng Aji dan Nino, teman kuliah saya. MENYENANGKAN! Hahahaha.. Ikut loncat-loncat dan nyanyi sambil teriak-teriak, berkeringat, baju basah, sensasi yang menyenangkan!

Beberapa hal sempat jadi bahan pembicaraan saya dan Nino terkait dengan pengunjung konser ini. Saya mencela beberapa perempuan kece yang datang dengan sepatu berhak tinggi. Ini konser Avril gitu loh, loncat-loncat, ngapain pake hak tinggi? Nino bilang karena mereka ingin tampil cantik. Hahaha. Ini saya mungkin sirik . Kritis dan sirik memang beda tipis.

Yang kedua soal pengunjung konser Avril ini. Agak aneh. Semua umur ada. Dari orang muda usia 20an macam saya dan Nino yang menghabiskan masa SMA dengan lagu-lagu Avril, anak-anak SD beserta ibu-ibunya- baik yang berjilbab maupun yang tidak-, anak-anak baru puber usia SMP, dan juga orang kantoran usia dua puluh akhir mendekati tiga puluh. Ini terlalu luas untuk konser musik Avril. Maksud saya, kata-kata di lagunya Avril ini kan kata-kata yang kurang “baik” untuk anak SD.

"What the hell!",
"Damn!",
"I like messing in your bed!"

Tapi saingan saya loncat-loncat itu ya anak anak yang tingginya cuma sebahu saya. Saya sendiri tingginya cuma seratus lima puluh sekian. Bahkan ada satu anak yang masih bawa tas gambarnya princess. Hahahaha. Ini tertawa ironi.

Anak SD sekarang sudah ga punya lagu anak-anak. Jaman saya SD, saya masih mendengarkan trio kwek-kwek, dan beberapa grup vokal anak yang saya lupa namanya. Lagu-lagunya masih sekitaran menyontek, sakit perut karena jajan, atau jalan-jalan tamasya. Ke mana jaman itu pergi? :(

Tadi malam adik sepupu saya yang baru lulus SD mengajak saya chat via facebook.

"Mbak Tya nonton Avril Lavigne ya?"
"Iya dooong"

"Huuu seruu."

"Emang kamu juga suka Avril?"

"Iya Mbak! Aku suka Avril Lavigne."

"Emang kamu ngerti arti lagu-lagunya Avril?"

"Enggak Mbak, aku ga punya lagu-lagunya."

"Jadi kamu ga ngerti lagunya?"

"Nggak"

"Tapi suka Avrilnya?"

"Iya"

"Waaaah. Kamu kalau suka sama penyanyi harus punya lagunya dan harus ngerti dong arti lagunya. Kalau ga ngerti gimana bisa suka?"

"Hehehe, iya sih Mbak."


Jangan-jangan sebagian besar anak SD yang kemarin nonton Avril itu sejenis juga sama sepupu saya. Tidak tahu apa arti lagunya, cuma ikut-ikut saja, dan kebetulan orangtuanya punya duit, jadi bisa beli tiket tiga ratus ribuan dengan gampang. Waduh.

Jadi ingat bercandaan salah satu teman saya, Fachmi aka Bendot, yang tidak bisa ikut nonton Avril. Dia menulis di akun twitternya demikian:


"Bagi yang menonton konser Avril malam ini, jangan lupa menyaksikan Uvigne dan Ivigne bada isya."

Hahaha. Waktu datang ke konser Avril dan melihat begitu banyak anak usia SD ikut nonton Avril, saya tertawa sekali lagi. Kita memang butuh "Uvigne dan Ivigne", jika anda paham maksud saya. Hahahaha. Ironi maksimum.

_________________

Sabtu, 30 Oktober 2010

Gen Gen Gen Gen Dut Dut Dut Dut

Tadinya saya pikir saya tidak akan masuk kategori orang yang memikirikan dengan sangat bentuk tubuh saya. Tapi di usia saya yang ke dua puluh tiga ini saya SALAH.

Hahahaha..

Teman-teman kantor saya hmmm, apa ya istilahnya.. Ini mungkin: memiliki minta khusus seputar berat badan dan cara-cara untuk mempertahankan badan dalam kondisi ideal baik bentuk maupun berat. Hahaha.

Sudah ada banyak cara yang saya tahu untuk itu. Mulai dari minum air lemon, makan buah terus menerus selama tiga hari untuk detox, tidak makan nasi kalau malam, nge-gym rutin, jogging tiap pagi. Awalnya saya cuek. Tapi lama-lama terpengaruh juga. Kalau saya berkaca, saya suka mengeluh. Ini kenapa lemak ga mau pergi, ini kenapa paha saya semakin besar, ini kenapa perut semakin montok, pantat apalagi. Hahaha. Makin semok.

Iya sih, kalau ditinjauh dari segi kesehatan, kalau kita makannya sembarangan dan ga rutin olahraga, memang banyak penyakit yang bisa datang ke tubuh kita. Jantung lah, ginjal lah, kanker lah, yang bilamana hal hal tersebut betul terjadi di tubuh kita, akan menggiring kita ke kerugian moriil dan materiil. Uang hilang, kebahagiaan melayang (*lebay). Kita sebagai manusia pasti tidak mau hal itu terjadi. Saya jadi bertanya-tanya, apakah itu kodrat bahwa manusia takut jatuh miskin dan takut mati?

Tapi bagi saya, masalah perdietan dan menjaga kesehatan ini lebih fatal kalau dilandasi oleh alasan harga diri. Maksudnya? Maksudnya gini. Siapa sih yang ga seneng kalo tiba-tiba ketemu orang dibilang "woooow, lo kiurus banget sekarang.. GILA.. kece abis lo..." Seneng kan kan kan? Tapi coba, kalo tiba-tiba ada yang lama ga ketemu bilang :" Ya ampuuunn,,, bulet ya sekarng..." atau ini misalnya "GITA! LO kok sekarang GENDUT???" . Tidakkah itu menggoncang iman? Hahaha. Gendut = jelek = ga bisa pake sembarang baju = minder . Itu ekuasinya, walau tidak berlaku secara umum di semua wanita.Walaupun di beberapa kebudayaan, wanita yang dianggap OK adalah wanita yang berbadan subur, bukan kurus kerempeng, tapi sepertinya otak orang-orang sekarang bener-bener di set bahwa CANTIK = KURUS, sehingga GENDUT = jelek.

Jadi apa maksud tulisan ini? Entahlah saya juga sedikit agak bingung. Hari ini saya melakukan yoga setelah enam bulan libur dan rasanya capek sekali dan saya merasa GENDUT. ITU TOLOL SUPER TOLOL dan saya sedang berusaha mendoktrin diri saya bahwa pandangan saya itu TOLOL SUPER TOLOL. Ayo ibu Gita, dunia ini begitu luas, lebih luas daripada urusan diameter lemak di perut Anda atau ukuran baju anda yang transformasi dari S ke M.

Dan coba liat baik-baik morfologi kata GENDUT. Terdiri dari GEN dan DUT.

GEN, artinya genetik, generasi, apalah itu. Apa yang ada dalam tubuh anda, itulah pemberian yang mahakuasa. Stop complaining, live with it.

DUT, berasal dari kata DANGDUT. Lihatlah penyanyi dangdut, walau perut bergelambir, tapi mereka tetap ceria mengenakan baju mini bergoyang seksi menikmati hidup. Jadi nikmatilah hidup anda laksana penyanyi dangut di atas panggung!


Selamat pagi dan hepi wiken!! :)

Senin, 13 September 2010

Sensasi Magis Yang Aneh

Bukannya saya orang yang fanatik dunia klenik, tapi memang ini aga aneh.

Beberapa waktu yang lalu saya menulis dongeng aneh berjudul "Putri Sa Menjelma Kawah Merah". Entah mengapa saya menulis itu. Tapi seperti ada kerinduan untuk masuk ke dalam dongeng-dongeng dan cerita aneh di luar logika. Saya suka membaca cerita epik. Seperti saya suka novelnya Rm Mangun yang judulnya Rara Mendut. Saya suka untuk tahu sejarah purbakala lewat sastra. Dan saya suka novel yang mengangkat tokoh pewayangan atau legenda-legenda daerah.

Saya menyesal loh dulu tidak suka dengan pelajaran sejarah. Karena semakin tua, kalau dipikir-pikie, mengetahui sejarah itu menyenangkan. Mungkin karena setelah mencari hal-hal duniawi dan terpenuhi, pasti ada kebutuhan manusia untuk bisa mengetahui asal muasalnya. Kebutuhan rohani. Atau ya mungkin cuma semata-mata karena ada tali imajiner saja. Tali imajiner yang membuat seseorang begitu penasaran dengan masa lalu.

Melanjutkan cerita. Iya, setelah menulis dongen aneh bin ajaib itu, beberapa hari kemudian saya dipertemukan dengan paket novelnya Ayu Utami yang judulnya Bilangan Fu dan sekuelnya yang saya lupa apa judulnya. He, ternyata novel itu isinya juga dongeng-dongen gitu. Ada soal Sangkuriang, Gunungwatu, Nyai Rara Kidul, lalu ada Babad Tanah Jawi. Saya senang :D

Ada misteri menyenangkan di situ. Maksudnya, dongeng itu kan sisa-sisa informasi masa lalu yang ditransfer ke masa kini lewat sastra. Tidakkah itu sungguh magis. Informasi masa lalu itu melompati logika. Magis. Menjungjung langit sekaligus menjunjung bumi.

Ngomong-ngomong lagi, tau tidak kalau fosil manusia yang ditemukan di Indonesia salah satunya itu kan Homo Sapien Wajakensis. Itu di desa Wajak. Desa Wajak itu di kaki gunung Wilis. Dan kakek saya itu orang gunung Wilis asli. Saya merasa ketertarikan saya akan masa lalu dan hal-hal magis itu ada kaitannya dengan darah saya. Mungkin reinkarnasi benar ada. Mungkin ketertarikan saya ini karena saya adalah reinkarnasi dari orang di masa lalu yang memiliki rahasia.

Hahaha. Apakah yang sedang saya bicarakan. Saya tidak tahu. Tapi inilah. Saya sedang menikmati sensasi magis mengalir. Hihihi.

Rabu, 11 Agustus 2010

pilek dan hal hal lain yang mengikuti kepala saya

Hal yang menyenangkan di bulan puasa adalah jalanan pukul setengah 7 malam sepi sehingga bisa cepat pulang sampai rumah.

Dari tadi malam, hidung gw meler berat. Tadi pagi di kantor kepala gw juga terasa berat. Hidup mulai dinamis lagi. Setelah permasalahan pribadi, sekarang permasalahan kerjaan mulai datang satu per satu. Gw kan cengeng ya. Nah minggu ini gw udah kenap "omel" orang lain atas sesuatu yang bukan salah gw. Kalau udah gini, gw pasti bakal gampang nangis. Tapi kan ga lucu kalau gw diomelin terus nangis. Nah, itulah fungsi pilek. Sering ga sih lo nahan nangis terus jadinya meler. Hahaha. Gw jadinya begitu, ngambil tisu sambil ngelap2 gidung dengan alibi "pilek". Hahahaha.

Ngomongin pilek jadi ngomongin daya tahan tubuh. Gw itu kurang beriman pada vitamin-vitamin macam enervon-c atau sodara-sodaranya. Tapi kalau udah begini, kayaknya gw harus mulai rutin minum deh. VIrus pilek ini dimulai dari tetangga kubikal gw. Hiks, gw ga mau sakit dulu deh. Karena? Karena ga mau. Haha. Pilek ga enak. Kalau enak udah dijual di starmart mungkin.

Ini bulan Agustus, sudah dua bulan status gw adalah pegawai. Pergi pagi, pulang malam. Rumah jadi tempat numpang tidur. Dan dunia lalu terbatas di sebuah kubikal 120 derajat dan layar laptop penuh angka. Tiap tanggal 25 digit tabungan gw bertambah dan gw bisa menggunakan sesuka hati. Ya ya, jadi ini ya tujuannya gw sekolah capek-capek selama enam belas tahun. Dan lalu apa? Mau ke mana setelah ini?

Berkarier? Hmm, entahlah. Gw udah cukup puas dengan ini semua. Karier naik menurut gw adalah konsekuensi dari semakin meningkatnya kapabilitas diri gw. Gw ga mau jadi workaholic.

Berkeluarga? Ok, gw sedang merefleksikan esensi ini. Gw mulai merasa bahwa kalau gw berkeluarga, itu bukan buat gw, tapi buat bokap nyokap gw. Perbedaan selera dan sudut pandang antara gw dan orang tua gw cuma akan menambah runyam tragedi percintaan gw. Gw mencoret berkeluarga dari pilihan jawaban atas pertanyaan "Mau ke mana setelah ini?"

Berinvestasi? Ya, itu sudah gw pikirkan dari sejak gw menerima gaji pertama gw. Ada banyak cara berinvestasi kan? Reksa dana, bikin usaha, asuransi. Sekarang gw sedang menimbang-nimbang.

Beramal? Hahaha. Prinsipnya kalau tangan kanan memberi, tangan kiri tak usah tahu. :)

Bersenang-senang? HARUS! Kata kolega gw, di usia ini tuh dunia dalam genggaman, jadi bersenang-senanglah. Ya ya gw merencanakan untuk bersenang-senang sih. Traveling, makan di tempat enak, karaokean sama temen-temen. Tapi gw aga sanksi dengan kebebasan gw melakukan ini sih.

Pernah suatu hari gw karaokean sampe jam 1 pagi di hari kerja. Nyokap gw terus sms bilang "Kamu di mana? sini mama jemput, kamu jangan merusak diri kamu sendiri dong." Hiks, apakah nyokap gw tahu bahwa TUGAS KULIAH jauh lebih merusah daripada karaokean sampe jam 1 pagi? Tahukah nyokap gw bahwa tugas-tugas kuliah membuat gw pulang dari kosan temen gw jam dua jam tiga pagi?? Gw merasakan ironi hebat, bahwa di saat gw bisa mandiri secara finansial, kepercayaan orang tua gw ke gw turu ke level yang samaa ketika gw masih kelas 6 sd.

Eh, tadi kita lagi ngomongin apa sih? Pilek ya. Hahaha. Nah sekarang gw terbaring di tempat tidur karena pusing hebat dan pilek sialan ini. Ya mungkin gw disuruh istirahat. Berbaring dan berpikir. Hahaha. Terdengar sangat klise, tapi entah mungkin gw butuh. Pengakuan rendah diri dari gw bahwa ya gw sekarang sedang labil dan fase pencarian jati diri sepertinya dimulai lagi. Selamat mencari gitaditya! hahaha..

Minggu, 11 Juli 2010

Dua Tiga

Sekarang dua tiga Gitaditya.
Kamu mau apa?
Kebijaksanaan.
Itu saja?
Iya.
Kebijakasanaan untuk bersikap dan membahagiakan semuanya.
Itu utopia.
Tapi boleh kan?
Kamu harus memilih biasanya.
Bila saya harus memilih membahagiakan siapa, bagaimana dengan kebahagiaan saya?
Kamu tahu cinta?
Iya.
Kalau kamu cinta, kebahagiaanmu tidak sepenting itu lagi.
Jadi, siapa yang lebih kamu cinta?
Entah.
Entah. Sungguh entah.
Entah ayah saya, entah calon ayah dari anak-anak saya.
Kamu menggenggam terlalu erat.
Iya, saya takut jatuh.
Hahahaha.
Yin yang.
Keseimbangan.
Hidup itu tidak adil.
Terima saja makanya.
Iya.
Dan saya belajar untuk tidak mengeluh.
Harus.
Belajar untuk tidak takut juga.
Takut apa?
Iya, tidak takut kehilangan hal-hal yang saya ingin agar itu selalu ada di dalam saya.
Toh, kita tidak pernah benar-benar memiliki sesuatu kan.
Kamu tidak takut kehilangan dia?
Tidak. Tidak lagi.
Karena dia memang tidak akan pernah hilang apa pun yang terjadi nanti.
Maksudnya?
Iya, ketegarn ini, kekuatan ini, semua itu dia yang menanamnya.
Kalaupun akhirnya dia tidak untuk saya, jejaknya tetap di sini.
Kamu sedih kah tapi?
Sangat.
Tapi hidup memang tidak adil kan.
Hahaha. Iya.
Kamu dua tiga Gitaditya.
Iya. Saya sudah dua tiga.

---

Minggu, 20 Juni 2010

Kepercayaan

Minggu ini saya belajar banyak soal kepercayaan.

Tentang betapa mudahnya kepercayaan dirasakan ketika ada reaksi kimia menggebu.
Tentang betapa sulitnya memberikan kepercayaan pada seseorang ketika tidak terasa kliknya.

Tentang betapa berharganya sebuah kepercayaan yang diterima dari seseorang.
Tentang betapa sakitnya rasa yang timbul ketika kepercayaan itu disalahgunakan.

Tentang betapa mudahnya menghancurkan kepercayaan orang lewat hal-hal kecil yang dilakukan tanpa berpikir matang.
Tentang betapa sulitnya menumbuhkan kepercayaan itu kembali.

Tentang betapa keadaan kadang dapat dengan gampangnya membuat kesalahpahaman yang berbutuntut pada kehilangan kepercayaan.
Tentang betapa mahal harga yang harus dibayar ketika itu hilang.

Tentang betapa gamangnya hidup bila tidak ada kepercayaan akan diri sendiri, atau akan sesuatu yang menjadi pegangan hidup.

Tentang betapa perbedaan kepercayaan bisa mengalahkan hal-hal penting dalam hidup seperti kemampuan saling memahami, kemampuan saling menguatkan, kemampuan saling memotivasi, bahkan kemampuan untuk dapat memaknai hakikat hidup itu sendiri.

Dan akhirnya hari ini saya coba merangkai lagi titik titik harapan akan masa depan. Saya cuma butuh percaya kalau hal baik akan terjadi. Kekuatan pikiran sebenarnya adalah bahasa lain dari kepercayaan akan harapan kan? Kepercayaan saya adalah sumber kekuatan saya.
Semoga.

Jumat, 14 Mei 2010

suatu pagi

Dan ini saya bangun dalam bau bau yang begitu asing di sebuah pagi. Kapan terakhir saya yakin ini adalah hal benar yang saya lakukan? Saya lupa. Itu sudah terlalu lama sekali. Kapan terakhir saya begitu percaya diri dan tidak takut akan omong kosong? Tidak pernah sepercaya saat ini.

Ada hal hal yang bisa dipilih untuk dihadapi. Ada hal hal absurd yang tidak terhindarkan. Ada pilihan yang hanya muncul sebatas formalitas. Ada hidup yang sudah digariskan. Lalu kebebasan itu semacam durian mungkin. Ada yang suka ada yang tidak. Baunya enak buat yang suka. Bagi yang tidak: hoek, bikin muntah.

Saya masih memandang setiap jengkal visual yang tertangkap dan terproyeksi di bola mata saya. Mereka menyusun pecahan gambar, fragmen kecil kecil itu lalu berkumpul menjadi entah ilusi entah kenyataan. Bagaimana kalau semua ini hampa saja dan hidup bukan buat suatu apa. Hanya sebuah kebetulan indah yang tidak atau mungkin belum mampu dijelaskan oleh siapa pun. Masih jawaban yang butuh iman seluas samudra. Kalau tidak maka itu mitos belaka sayang.

Apa yang kita cari mungkin sudah ada sedari tadi. Ketika mandi pagi dan menyabuni diri. Kenapa harus mandi jika nanti kotor lagi? Pledoi orang malas tapi bukan berarti terjawab tuntas. Bersyukur bila kurang dihayatai dan dilakui akan kemudian membawa pada galau yang datar. Sangat datar akan arti nafas itu paru paru. Tapi bersyukur kadang klise dan sungguh egois. Gila hormat yang membuat muak di titik tertentu. Bagaimana supaya bisa jadi Sai Baba atau bunda Teresa? Kenapa semua orang tidak bisa seperti itu saja. Tidak melulu pencarian pengakuan lewat lembaran uamg atau konstruksi estetika tanpa kompromi.

Suatu pagi itu rutinitas yang mengerikan. Sekali lagi kita adalah titik kecil dari kelerng kelereng berjejer di hampa udara yang berputar bahagia. Hanya bagian dari skenario ledakan bintang bintang angkasa yang mungkin sedang mabuk berjalan sempoyongan yang kemudian bisa saja tiba-tiba duduk menyenggol keseimbangan grafitas lalu BIG BANG. Aw. Dari kecil diajar untuk berdoa untuk pagi yang baru karena artinya masih disayang. Boleh lihat itu benda kuning bulat datang lagi. Ya ya ya. Hidup mengandalkan belas kasihan kadang terlihat begitu menyedihkan.

Entah saya menulis apa tapi saya pikir saya menemukan lagi itu keyakinan akan apa yang sedang saya jalani. Sekali lagi setelah hilang sekian lama. Saya percaya reinkarnasi. Saya percaya tri tunggal maha kudus. Saya percaya cinta. Saya percaya big bang. Saya percaya karma. Dan terakhir. Saya percaya dia. Ya. Kita hanya butuh percaya akan sesuatu. Lalu hidup. Itu saja cukup. Selamat pagi.

Minggu, 09 Mei 2010

Gw Ga Suka Iklan Pemutih Wajah

Mbak, saya cuma pingin bilang bahwa saya sungguh prihatin dengan hubungan yang sekarang sedang Mbak jalani. Dia itu cowok dangkal yang ga ngerti konsep inner beauty

Mbak. Dia cuma melihat Mbak dari luarnya doang. Dari fisik. Dari bintik bintik hitam yang hilang dari muka Mbak. Dari kulit pucat tapi bersih bersinar sepanjang tangan dan kaki Mbak.

Nanti gimana dong kalau kita mau liburan ke Bali dan kulit Mbak tambah hitam sedikit. Mbak rela dia nanti berpindah ke cewek lain yang ga main-main ke pantai, yang diam aja di rumah, yang kulitnya jadi lebih putih?

Atau nanti gimana kalau Mbak sudah bertambah tua dan itu krim pemutih tidak mampu lagi menutupi noda hitam di wajahmu? Mbak siap melepaskan dia berpindah ke lain hati, ke orang yang wajahnya lebih cling dan lebih putih dari Mbak?

Mbak, yakin deh. Dia bukan yang terbaik buat Mbak. Bila dia memang benar benar pria sejati, harusnya dia bisa melihat Mbak itu super kece keren pintar walaupun Mbak tidak memakai itu krim pemutih. Dia seharusnya bisa jatuh hati sejatuh-jatuhnya tanpa harus menunggu kulit Mbak jadi lebih cling dan lebih putih. Cowok dangkal dia Mbak!

Jadi Mbak ayo keluar dari konstruksi kecantikan sialan itu Mbak. Ayo bersenang-senang menikmati hidup dengan kulit sawo matang sehat bahagia atau dengan flek flek hitam samar di wajahmu itu. Jangan sedih kalau akhirnya dia ga mau jadi pacarmu lagi. Saya akan ngenalin Mbak ke orang orang hebat yang lebih bisa mengahargai Mbak apa adanya. Sungguh deh Mbak, hidup ini sungguh terlalu berharga untuk dijustifikasi berdasarkan warna kulit semata.

[Sumpah gw males banget ngeliat iklan pemutih wajah berbagai macam merek di layar kaca. F*ck marketing! Tapi ya gimana? Angka pembelian itu krim-krim pemutih adalah sumber penghasilan ribuan sodara gw yang kerja di pabrik-pabrik kosmetik. Lingkaran setan sialaaaaan...]

Selasa, 04 Mei 2010

ayo kita terbang ke sana ke sini ke mana mana

Ayo pakai sepatu rodamu, kita jalan-jalan keliling kota.

Loh, bukannya kalo keliling kota sampai binaria harusnya pakai vespa?

Iya sih, tapi itu kan lagu naif. Ini kita yang tidak naif jadi pakai sepatu roda saja.

Engga, jangan. Jangan sepatu roda. Pakai ini saja baling baling bambu dari doraemon.

Doraemon tapi kan kucing.

Terus kenapa?

Aku alergi bulu kucing.

Ya udah. Kalo gitu pake awan kinton.

Ga bisa.

Kenapa?

Kan awan kinton cuma bisa dipanggil sama orang yang jujur.

Kamu enggak.

Iya, kamu juga.

Juga apa.

Juga enggak.

Enggak apa.

Apa aja.

Apa ya.

Iya. Apa ya.

Sudah ayo sini.

Sini apa.

Terbang ke sana ke sini ke mana mana. Terbang pakai kekuatan pikiran.

Emang bisa?

Bisa. Kalau mau. Mau ga?

Mau apa?

Itu. Terbang ke sana ke sini ke mana mana.

Mau. Tapi hati hati.

Kenapa?

Di sana banyak monster terus ada ular naga yang suka makan anak kecil. Terus katanya lagi ada perangkap lumpur berpasir yang bisa menghisap manusia hidup-hidup.

Ini udah ada pedang.

Tapi pedangnya kenapa cuma satu?

Nanti pake kekuatan pikiran bisa jadi dua, tiga, empat, lima.

Tapi kan kita tadinya cuma mau keliling kota.

Ga usah lah. Ini udah bukan tahun tujuh dua.

Okeh.

Okeh.

Ayo kita terbang ke sana ke sini ke mana mana.

Ayo.

Wusssss...

Terbang deh...

[hahaha.. cuma luapan gejolak impulsif yang sangat sangat sangat menggoda]

Jumat, 09 April 2010

Kenapa Reda Merokok?

Gita :
Reda?!?! Kamu merokok sekarang??!!

Reda :
Iya.

Gita :
Kenapa ?!?!

Reda :
Gini Git. Dulu saya itu takut merokok. Tapi, sekarang saya lebih takut sama Tuhan, jadi saya ga takut lagi merokok.

Gita :
-__________________________________-

Selasa, 30 Maret 2010

BB-ing

mulai hari ini, dari sekeluarga, tinggal gw doang yang ga ngeBB..
kenapa?
ya engga aja..

terus ini temen gw si Ellen tiba-tiba bilang..
"Git.. beli BB dong.."
halah..
tenang len, lo orang kesekian kok yang bilang gitu ke gw..
hahaha...

ya mungkin nanti kalo ada kebutuhan kerja, gw akan nge BB.
tapi sekarang masih belum..
maksud gw, ga ada daya tarik nge BB juga gwnya...
hahaha...
masih berharap ada gadget lain yang lebih oke yang bisa ngasih fasilitas se OK BB gitu..
hfff...

kasih gw alasan lah...
kenapa gw musti nge BB??

Selamat datang 2026

Rasanya semester 2 tahun 2025 kemarin cepaaaat sekali berlalu. Tiba-tiba sudah masuk minggu  ke tiga Januari. Lumayan excited karena artinya...