saya mau belajar mencintai hidup

saya mau belajar mencintai hidup

Rabu, 25 November 2009

berduka cita untuk pikiran rakyat

Dapet dari Shelty nih..
mungkin maksudnya World Choir Olympic ya.
ini di Pikiran Rakyat halaman 21 yang terbit hari ini.

speechless gw..

Sabtu, 21 November 2009

tuh kan... emang ada yang salah dengan birokrasi ITB...

Ini ada sharing pengalaman dari temen gw, Hamal.
Makin sedih saja kalo inget alamamater gw yang satu ini..
Ini tulisannya..

Keramah-tamahan Pegawai dan Pejabat UI.

Sebagai orang yang pernah jadi mahasiswa yang bermasalah, tentu gue sering berurusandengan pihak Tata Usaha.. mulai dari Jurusan, Konseling dan Rektorat...

banyak suka duka yang gue dapetin dari pihak TU, dari mulai TU jurusan sampai TU Rektorat, atau bahkan Rektor, dekan dan Kajur itu sendiri...

akhirnya, gue pernah memiliki satu kesimpulan:
Pejabat dan Pegawai ITB itu:
- Ga ramah
- Berbelit-belit
- susah gue ajak ngomong (ga tau kalo sama orang lain)

dan yang pernah gue denger kampus lain di Bandung malah lebih nyebelin daripada ITB...
gue sempat bangga dengan ITB akan hal itu...
Tapi,sampai hari kemaren, semua kesimpulan gue itu harus gue akui salah total

kamis 19 November 2009, gue presentasi sayembara ke rektorat UI di Salemba.



sampai di salemba, gue disambut dengan TU yang sangat ramah dan selalu senyum, meskipun dia tampak seperti ibu-ibu...

begitu datang panitia sayembara, mereka juga ga kalah ramahnya,
bahkan setiap berpapasan, mereka selalu senyum dan mengucapkan salam

begitu datang rektor UI, bahkan beliau lebih ramah daripada semua orang itu dan benar-benar bertindak sebagai tuan rumah yang sangat hangat..

tentu saja gue bingung..
selama ini gue berpikir:
pihak pejabat kampus adalah orang-orang paling nyebelin, sombong dan ga ramah..
padahal tadinya gue berpikir, kalo orang-orang ITB yang ada Bandung aja ga ramah,
apalagi orang-orang UI yang ada di Jakarta, diamna orang-orang jakarta terkenal bermuka stress, dingin dan ga punya perasaan itu?

saking gue penasarannya, gue masuk ke satu ruangan yang bertulisan "Dirut PSDM UI" dan gue menanyakan kenapa meraka bisa ramah kepada orang yang disebut sebagai dirut itu

ternyata orang tersebut lebih ramah daripada semua orang dan menjawab itu sambil tertawa

"lima tahun yang lalu, jujur, kami sangat tidak ramah..
tapi sejak UI 100 menjadi BHMN, dimana semua pegawai bukan lagi diambil sebagai pegawai lagi, kami menetapkan seleksi yang ketat untuk menjadi pejabat UI.."

"Rektor UI sendiri, memberikan peraturan kepada seluruh pegawai di UI agar ramah kepada semua orang.., dari tamu sampai mahasiswa"

"kami juga menghilangkan sistem birokrasi yang berbelit-belit, dan ternyata hal itu benar-benar membuat segalanya menjadi lebih efisien"

"percaya atau tidak, mas... dengan senyuman, semua masalah menjadi cepat terselesaikan"

"kalau bisa dipermudah, buat apa dipersulit"


gue cuma cengo ngeliat pendapat bapak tadi.. beliau langsung pulang jam 18:15, padahal itu sudah jauh diatas jam kerja.. tapi beliau tampak sangat menikmati pekerjaannya...

saaing ga ada birokrasinya,
hasil keputusan juri, langsung diberikan setelah 15 menit dari presentasi terakhir.....

gue malu, kenapa ITB tidak bisa mengikuti hal tersebut?
apa yang salah dengan meniru sikap ramah dan nol birokrasi seperti yang diterapkan UI?

suasana kekeluargaan yang gue rasakan di UI, membuat gue betah selama berada diantara mereka..

gue jadi inget ketika dulu berhadapan dengan dengan Pak Dekan SAPPK, bawaannya tegang terus.... udah ga ada senyum, diteken melulu pula...

sementara ketika berhadapan dengan rektor UI, bawaannya ketawa, kehangatan dan kenyamanan...

gue ga peduli dengan ada atau tidaknya politik apapun yang tersembunyi dibalik itu
yang gue peduli adalah apa yang langsung gue rasakan..

bahwa keramah-tamahan yang harusnya menjadi ciri khas orang Indonesia, terutama Bandung,
TIDAK DITERAPKAN DALAM PIHAK PEJABAT DAN PEGAWAI KAMPUS ITB!!
paling tidak ,selama gue berhadapan dengan mereka dari tahun 2003-2008


ini gue tulis bukan gara-gara gue benci ITB,
sebaliknya gue sangat mencintai almamater gue, bahkan lebih daripada nyawa gue sendiri...

gue harap, rektor baru di ITB bisa membawakan ITB jadi lebih baik..
kalau ga mampu, biar gue aja yang jadi rektor di ITB..


Ir. Hamal O. Pangestu,
AR ITB 2003, IMAG 2004




Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri
Rektor, Universitas Indonesia

saya iri pada mahasiswa UI karena mereka bisa punya rektor seperti bapak...

Sumber:
http://www.facebook.com/notes/hamal-o-pangestu/keramah-tamahan-pegawai-dan-pejabat-ui/186476216921

Minggu, 15 November 2009

Luo Ye Gui Gen - "Falling leaves return to their roots"

Salah satu channel tv kesukaan gw adalah Celestial Movie. Channel ini mengkhususkan diri menampilkan film2 korea,jepang dan mandarin. Ga jarang banyak film-film menarik yang bagus dan orisinil mucul di channel ini. Dan mungkin karena dimainkan oleh orang asia, jadi rasanya begitu dekat dan begitu nyata.

Pagi ini gw baru nonton film dengan judul "Getting Home" atau versi mandarinny "Luo Ye Gui Gen" yang artinya "Falling leaves return to their roots".


Sederhana saja sih ceritanya. tentang seorang tukang bangunan yang membawa mayat temannya ke kampung asalnya. Tapi karena si tukang bangunan ini ga punya uang, perjalanan pulang ini penuh dengan cerita yang menarik. Sederhana banget, tapi sungguh menarik dan bikin gw ga ganti2 ke saluran lain.

Gw sangat merekomendasikan film ini buat ditonton karena ya itu dia, kesederhanaan ceritanya. Sederhana, tapi banyak maknanya..
Ga berlebihan, ga norak, ga cengeng.
Ga menjual kegantengan atau kecantikan aktor2nya, tapi bener2 kemampuan akting.
Sesuatu yang kayaknya susah banget buat ditemui di dunia perfilman Indonesia. :(
KEREN pokoknya :D

Ngomong-ngomong, karena nonton film ini jadi pingin menjelajahi negeri Cina deh.. hehehehe... kapan ya?? :p

Jumat, 13 November 2009

Tembang Gesang - Bernyanyi Bersama Idol Divo :)

Jadi, salah satu pengalaman menarik saya berasama ITB Choir adalah ketika mendapat kesempatan satu panggung bersama Idol Divo ( Delon, Mike, Lucky, Judika)..
hohohoho...suaranya oke banget deh..
hehehe...
Lagu yang kita nyanyiin judulny Tembang Gesang.. Ntar kalo uda ada di youtube, dikasih linknya deh.. heheh :D

Rabu, 04 November 2009

pelajaran hidup...

ajarkan aku:

"idealisme,
anti kemapanan,
membenci kehidupan,
untuk mati,
merasa menjadi orang yang sangat mapan secara keimanan dan kejiwaan,
rasanya dekat sekali dengan surga,
berusaha hidup sesimpel mungkin"

supaya yakin bahwa kehidupan ini pertentangan kelas yang tidak terdamaikan di menangkan rakyat miskin.

terima kasih.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
ga usah diajarin..
hanya perlu benar-benar hidup saya pikir..
saya tidak tahu apakah kemenangan itu dan apakah hidup adalah untuk kemenangan.
saya hanya ingin benar-benar hidup.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
klow kamu nggak mau ngajari, akan ku rebut pelajaan itu untuk benar2 hidup!?
benar2 hidup dari relasi produksi,
benar2 hidup dari kerja fisik dan mental,
benar2 hidup dari bekerja sesuai dengan kemampuan dan mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang dikerjakan,
benar2 hidup dari merebut hak yang di curi pemilik modal.
benar2 hidup dalam dunia yang berganti rupa dalam sistem sosialisme.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
maafkan saya.. saya benar-benar tidak bisa...


*inikah yang dinamakan kegagapan akan realita?


Jumat, 30 Oktober 2009

Gaudeamus Igitur

ada yang tahu lagu ini?

waktu wisuda kemarin, ayah saya aga kecewa karena lagu ini tidak dinyanyikan. konon katanya, jaman dulu, kalo kita sekolah sampe perguruan tinggi, kudu musti wajib tahu lagu ini.
sebenarnya dinyanyikan, tapi udah ketutup ama pengumuman LFMlah, pengumuman protokolerlah.

sebagai anggota paduan suara, saya sangat senang dengan lagu ini. karena lirik lagunya bagus.
selain itu, setau saya, di institusi pendidikan manapun di seluruh dunia, lagu ini menjadi sebuah pemersatu sesama insan manusia berpendidikan.

nih saya kasih lagunya dari youtube, plus liriknya :)




Gaudeamus igitur,
Juvenes dum sumus;
Post icundum iuventutem,
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.

Vivat academia,
Vivant professores,
Vivat membrum quodlibet,
Vivat membra quaelibet;
Semper sint in flore!

Pereat tristitia,
Pereant osores.
Pereat diabolus,
Quivis antiburschius
Atque irrisores!

Vivat et republica
Et qui illam regit.
Vivat nostra civitas,
Maecenatum caritas
Quae nos hic protegit.


artinya seperti ini:

Let us therefore rejoice,
While we are young;
After our youth,
After a troublesome old age
The ground will hold us.


Long live the university,
Long live the teachers,
Long live each male student,
Long live each female student;
May they always flourish!

Long live the state
And those who rule it.
Long live our city,
And the charity of benefactors
Which protects us here.

Perish sadness,
Perish haters.
Perish the devil,
Whoever is against the student fraternity,
As well those who mock us!


ada 10 bait sebenernya, tapi kalo yang di IT, biasanya dinyanyiin 2 bait pertama aja.
bagaimana? mantap tidak liriknya.
payah ya protokoler ITB ga ngerti filosofis lagu ini..
moga-moga rektor baru nanti membuat kebijakan untuk menyanyikan lagu ini setiap sidang terbuka. :)
ada pemikiran gw yang lebih dalam lagi sih soal ini, tapi gw tulis ntar aja ya..
ini dulu lah.. :)

Selasa, 27 Oktober 2009

Akhirnya Keluar Juga Dari Kampus Gajah





Senang bisa membahagiakan keluarga.



Tapi kerja belum selesai..
lebih berat malah.

Setelah baca artikel kompas yang ini, gw tahu lebih banyak hal yang harus gw pikirkan.
Capek ga sih?
Tapi kalo ga gitu, siapa lagi dong yang harus melakukan...?


fiuh..