Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2013

Buat Ning




Pasti datangkah semua yang ditunggu
Detik detik berjajar pada mistar yang panjang
Barangkali tanpa salam terlebih dahulu
Januari berjajar di tembok itu jua
Lalu Desember..
Musim pun masak sebelum menyala cakrawala
Tiba-tiba kita bergegas pada jemputan itu

Sapardi Djoko Damono

Kamis, 29 Maret 2012

Jumat, 23 Maret 2012

11 Februari 2012

Dan berdiri di sini sendiri adalah sepi. Seperti hari-hari yang lewat.
Tapi tidak untuk langkah ke belakang.
Kita sama mengerti tidak ada harapan.
Bagaimana bila terus berulang?
Bagaimana bila keajaiban hanya terjadi sekali?
Bagaimana bagaimana bagaimana?

saya hanya ingin kembali ke sebuah hari
menemukan lagi
rasa basah
angin yang bertiup
musik
pantai
sedikit ketenangan
sedikit
lagi

____________________

*Anjis,, kenapa baru sakitnya sekarang?
** Ini tulisan PMS

Senin, 26 Desember 2011

Buat Ning - SDD



pasti datangkah semua yang ditunggu

detik-detik berjajar pada mistar yang panjang

barangkali tanpa salam terlebih dahulu

Januari mengeras di tembok itu juga

lalu Desember

musim pun masak sebelum menyala cakrawala

tiba-tiba : kita bergegas pada jemputan itu

[Buat Ning - Sapardi Djoko Damono]

_____

Hari ini sedari pagi lagu ini terus berputar di kepala saya. Saya pikir sekarang tinggal menunggu. Menghabiskan waktu, memastikan saya melakukan hal-hal yang berguna. Dan ya, kita akan bergegas pada jemputan itu.


Selasa, 04 Mei 2010

ayo kita terbang ke sana ke sini ke mana mana

Ayo pakai sepatu rodamu, kita jalan-jalan keliling kota.

Loh, bukannya kalo keliling kota sampai binaria harusnya pakai vespa?

Iya sih, tapi itu kan lagu naif. Ini kita yang tidak naif jadi pakai sepatu roda saja.

Engga, jangan. Jangan sepatu roda. Pakai ini saja baling baling bambu dari doraemon.

Doraemon tapi kan kucing.

Terus kenapa?

Aku alergi bulu kucing.

Ya udah. Kalo gitu pake awan kinton.

Ga bisa.

Kenapa?

Kan awan kinton cuma bisa dipanggil sama orang yang jujur.

Kamu enggak.

Iya, kamu juga.

Juga apa.

Juga enggak.

Enggak apa.

Apa aja.

Apa ya.

Iya. Apa ya.

Sudah ayo sini.

Sini apa.

Terbang ke sana ke sini ke mana mana. Terbang pakai kekuatan pikiran.

Emang bisa?

Bisa. Kalau mau. Mau ga?

Mau apa?

Itu. Terbang ke sana ke sini ke mana mana.

Mau. Tapi hati hati.

Kenapa?

Di sana banyak monster terus ada ular naga yang suka makan anak kecil. Terus katanya lagi ada perangkap lumpur berpasir yang bisa menghisap manusia hidup-hidup.

Ini udah ada pedang.

Tapi pedangnya kenapa cuma satu?

Nanti pake kekuatan pikiran bisa jadi dua, tiga, empat, lima.

Tapi kan kita tadinya cuma mau keliling kota.

Ga usah lah. Ini udah bukan tahun tujuh dua.

Okeh.

Okeh.

Ayo kita terbang ke sana ke sini ke mana mana.

Ayo.

Wusssss...

Terbang deh...

[hahaha.. cuma luapan gejolak impulsif yang sangat sangat sangat menggoda]

Selasa, 06 April 2010

Bandung, aku kangen kamu.

Bandung, aku kangen kamu.
Aku kangen dingin pagimu,
dingin airmu.
Lelet angkotmu.
Jajanan murahmu.
Aku kangen.

Kamar kos, aku kangen kamu.
Bau apek dindingmu.
Pintu reyotmu.
Tempat tidur kerasmu.
Pilar tuamu.
Aku kangen.

Sunken, aku kangan kamu.
Aku kangen asap rokokmu,
Sampah kertasmu.
Tangga - tanggamu.
Propaganda gelapmu.
Melihat bintang di pangkuanmu.
Diskusi tidak berujung di pelukanmu.
Aku kangen.

CC, aku kangen kamu.
Aku kangen dingin betonmu.
Pantulan basketmu.
Riuh teriakmu.
Aku kangen.

Gelap Nyawang, aku paling kangen kamu.
Aku kangen warung makanmu.
Senandung pengamenmu.
Remang lampumu.
Teh manis hangatmu.
Nasi telor tahu campurmu.
Aku kangen.

Tapi jurusan, maaf aku tidak kangen kamu.
Aku tidak kangen kursi dan mejamu.
Aku tidak kangen papan pengumumanmu.
Aku tidak kangen wifimu.
Aku tidak kangen berkas DNA mu.
Karena kamu dan segala bisikan dari dalammu.
Menyuruhku segera keluar dari kampus ini.
Empat tahun, kalau bisa lebih cepat!
Argh.. aku tidak kangen kamu!

Tapi Bandung.
Bandung, aku rindu.
Bandung, aku kangen kamu..

Hiks...

Rabu, 24 Maret 2010

super BT

arggghhh....

ngeselin!!!!

*sedang di puncak emosi meledak-ledak yang tidak mungkin disampaikan dengan teriakan atau marah-marah tidak penting.. -____-

kalau gw bisa mecahin semua barang-barang di sekitar gw, pingin banget deh..

jadi inget puisinya Sapardi yang ini..


Pada Suatu Pagi Hari

Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.

Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.

Sapardi Djoko Damono, 1973

Senin, 08 Maret 2010

Stanza Suara -- Hasan Aspahani

Stanza Suara

PADA mulanya ialah bunyi,
kita memandang pada pecah
cahaya, terang yang seketika
terentang: di semesta suara

Pada mulanya ialah bunyi,
kita mendengar lagu jiwa
mempercaya pada pesona suara
menyebut diri, mengucap dunia

*

Sunyi melirih, O, sunyi bersih
Menepi tangis hingga ke habis
Sunyi menyisih, O, sunyi letih

Sunyi merintih, O, sunyi pedih
Membawa mimpi sampai ke sepi Sunyi menyerpih, O, sunyi perih
*

Pada mulanya ialah bunyi
di bumi raga, di angkasa sukma
kita meninggi pada harmoni
terbang di sayap-sayap suara

Pada mulanya ialah bunyi
kita mengada karena suara
kita mendunia karena suara
kita mengangkasa karena suara

*

Dengar kata, mendengar kita
Menyimak bunyi bisik bumi

Dengar kata, mendengar kita
Semesta kata, harmoni kita

Dengar kata, mendengar kita
Sukma kata, sayap suara kita

Dengar kata, mendengar kita
Mengepak tinggi sayap suara


*******

Puisi ini akan dibuatkan aransemen lagunya oleh Ananda Sukarlan, terus akan menjadi
Lagu Tema Festival Paduan Suara ITB dan ITB International Choir Competition!!

wew.. Saya tidak sabar deh mendengarnya!!

Senin, 15 Februari 2010

Kejujuran

kejujuran itu seperti es krim.
kalau tidak dilahap,
bakalan cepat meleleh,
hilang ditelan hawa panas.

bisep di tangan itu kan otot fisik.
nah,
kejujuran itu otot mental.
dan otot harus dilatih terus,
biar kuat.

untuk hari ini latihan kejujuran gw :
jujur pada diri sendiri.

gw takut,
takut kalo intuisi gw mengenai banyak hal selama ini salah.

gw takut,
takut kalo gw bangun besok matahari ga muncul di timur.

atau gimana kalau gw bangun besok,
gw baru tahu kalau..
kalau hati bisa salah

-puisi dari film Andai Ia Tahu, itu loh, yang maen Rachel Mariam sama Marcell -

Minggu, 14 Februari 2010

Ketika Salju Itu Pergi

aku pernah melihat salju
sembunyi di balik awan
dia jatuh..
tapi tidak di sini, di tempatku

aku pernah melihat salju
terbang bersama angin
sayang..
tidak bertiup ke sini, ke arahku

aku juga sering merasakannya
seolah ia bermain denganku
lembut..
andai benar-benar bermain denganku

dan akhirnya ketika salju itu pergi..

rasanya sedih sekali

tapi kemudian aku sadar

kalaupun ia kembali
dan jatuh ke tempatku
dan bertiup ke arahku
dan bermain bersamaku
rasanya dingin

tahankah aku dingin?

Sabtu, 13 Februari 2010

Anak Wayang - Sawung Jabo feat Iwan Fals

Kalau kamu belum pernah bertemu dengan orang yang begitu menginspirasi kamu.
Kalau kamu belum pernah bertemu dengan orang yang memotivasi kamu untuk mengeluarkan hal-hal terbaik dalam hidup kamu.
Kalau kamu belum pernah bertemu orang yang bisa membuat kamu meninggalkan hal-hal buruk dalam hidup kamu.
Kalau kamu belum pernah berpikir bahwa orang ini adalah orang yang bisa membuat kamu lebih memaknai hidup lahir dan batin.
Kalau kamu belum berani bilang pada dirimu sendiri bahwa kamu jatuh cinta dengan orang ini, dan kamu mau memperbaiki hidup kamu untuk dia dan kamu mau mengasihi dia seutuhnya.
Kalau kamu belum mau berpikir tentang apa yang bisa kamu lakukan untuk dia supaya dia juga bisa menjadi orang yang lebih baik, supaya kamu bisa membuat hidupnya lebih bermakna.
Kalau kamu belum pernah mau mengerti dia apa adanya, bahkan berusaha mengerti mengapa dia mengusir kamu jauh-jauh di saat kamu yakin bahwa cinta itu ada.
Kalau kamu belum bisa bilang "saya menyangangi dia apa adanya" di saat dia memalingkan mukanya dari kamu.
Kalau kamu belum mau berdoa buat dia setiap malam di saat dia menyakiti kamu dengan kata-katanya dan ketidakpeduliannya.
Kalau kamu belum bisa tersenyum di saat akhirnya kamu sadar bahwa dia memang bukan untuk dimiliki.
Kalau kamu belum bisa bilang ke diri kamu bahwa kamu ga pernah kehilangan dia, karena kamu memang ga pernah memiliki dia,sebab kamu sadar bahwa di dunia ini kamu ga pernah benar-benar memiliki apa-apa.

Kalau kamu masih merasa sedih dan sakit hati ketika dia benar-benar pergi dari hidupmu.
Kalau kamu belum bisa merasa tenang dan bahagia menghadapi kesendirianmu.
Kalau kamu belum merasakan kehadirannya di tiap-tiap tempat yang pernah kalian kunjungi, di lembar-lembar buku yang pernah dia baca, di lagu-lagu yang pernah dia dengar, di hamparan langit dan bintang yang pernah kalian pandang bersama.
Kalau kamu belum bisa mengingat-ngingat hal-hal baik yang telah dia tinggalkan buat kamu dan kamu tidak berusaha menjadi orang yang lebih baik setelah ini semua.
Kalau kamu belum paham bahwa satu-satunya cara agar dia tidak pernah hilang dari hatimu adalah dengan mempertahankan hal-hal baik dalam dirimu yang telah dia bangkitkan untukmu.

Ketegaran dalam kesesakan,
ketekunan dalam pengaharapan,
kekuatan sekaligus kesabaran,
kejujuran pada diri sendiri..

Kalau kamu mengganggap semua tulisan saya di atas itu sampah, basa basi, gombalan murahan..

Mungkin kamu ga akan bisa ngerti kenapa lagu ini begitu sangat sangat indah bagi saya..
..


Download lagunya di sini..

..
Anak Wayang.

Mengembara memahami makna cinta
Mengurai kata di lautan jiwa
Dihadapanmu aku tak bisa berdusta
Mencintaimu adalah mencintai hidup

Anak wayang di ambang gamang
Berlayar di samudera telanjang
Membawa api menjelajahi cakrawala
Dimana air mata bukan lagi duka

Merindukanmu disaat hilang arah
Memelukmu lalu meninggalkanmu
Aku sudah basah aku pasrah
Mencintaimu adalah mencintai hidup

Aku bukan sedang berduka
Aku sedang menghadapi cinta
Aku sedang menghadapi prahara
Dimana air mata bukan lagi duka


Senin, 08 Februari 2010

Puisi Cahaya Bulan - Soe Hok Gie


http://www.youtube.com/watch?v=0CRjfnk3zgg

Akhirnya semuanya akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih selembut dahulu memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra,lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar derap jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta

Hari pun menjadi malam
Kulihat semuanya menjadi muram
Wajah wajah yang tak kita kenal berbicara dalam bahasa yang kita tidak mengerti
Seperti kabut pagi itu

Soe Hok Gie

*tiba-tiba itunes nyetel lagu ini. bukan lagu sih, tapi puisi yang ditutup dengan lagu.
suka dengan puisi ini karena banyak alasan.
tapi kayaknya gw baru benar-benar ngerti arti puisi ini sekarang deh.
tentang sebuah "hari yang biasa" yang "sudah lama kita ketahui".
he you, do you feel it?

Rabu, 16 Desember 2009

9 Desember 2005

waktu itu, dunia gw masih indah.. hahaha..
ini penggalan-penggalan percakapan yang sempet gw abadikan..
suatu malam di sunken court w-09, ganyang, dan sekitarnya..

****

"tujuan hidup lo apa?"
"bikin orang lain bahagia.."
"misalnya ngapain?"
"merhatiin, mencintai , menyayangi.."
"kalo orang itu menolak cinta lo? dia ga mau menerima perhatian lo, dia menolak diperhatikan??"
".. itu sering.. lagian ga penting dibales ato enggak."
"jangankan dibales.. ini ga mau nerima...."
"......(kok jadi dalem yak..)"

***

"gw ga tau pacaran itu ngapain.."
"makanya.. pacaran.. hahahaha.."
"lo sendiri pacaran ngapain..?"
"...(ko jadi bingung..iya juga ya..ngapain coba?)"
"tuh kan? ngapain?"
"terlalu banyak definisi, tiap orang itu beda2"

****

"apa yang bikin lo bahagia?"
"ngeliat orang lain bahagia."
"betul juga ya. sesederhana itu ya cinta.."
"lah.. lo baru tahu,, memang begitu sederhana"
"yak, trimakasih. ini diskusi tersingkat yang pernah ada."
"....(ternyata byk org mikir cinta itu rumit ya??)"

****

"puisinya sapardi itu bagus tahu, gw membacanya sebagai bentuk puisi yang bahagia.."
"itu sedih kali.."
"coba deh.. itu ga sedih kali..itu kebahagiaan yang benar-benar bahagia..masa ga terasa?"
"itu sedih tau,,"
"....(huh.. kenapa orang2 ini aneh,,)"

****

"kalo ada orang yang sayang ama lo,akhirnya lo tahu kalo orang itu sayang ama lo, dan dia ga minta apa2 dari lo?"
"sorry, gw ga bisa ngasih apa2.."
"ye,,, dia kan ga minta apa2..."
"eng,, ya sudah..."
"...(iya juga ya.. kok gw masih nanya...)"

****

dan waktu itu, hidup bahagia adalah sesuatu yang sederhana dan jelas..
sejelas melihat telapak tangan sendiri..
kangen dan pingin kembali ke sana lagi deh..

Arti Nama Gabriella Kirana Anjani

Gabriella Kirana Anjani Anak kedua yang selalu dar der dor ada aja gebrakannya, ga bisa diem, banyk hobi, banyak mau, suka ngambek, tapi so ...