Cool - SpaceAstronout (The Milo cover)

Senin, 27 Februari 2012

Kemajuan :p

"Kamu lagi dapet Git?"
"He eh. Bentar lagi paling juga selesai."
"Hooo..."
"Emang kenapa?"
"Tumben ga mara-marah."

Lalalalalala..
Kemajuan emosionil ini.
Perlu dirayakan.
Hahahaha.

Sabtu, 25 Februari 2012

26 Febeuari 2012

Malam ini akhirnya di rumah juga, setelah 12 hari jauh jauh dari rumah. Senang :)

Banyak alasan untuk senang. Bisa sampai ke rumah dengan selamat, bisa beli ini itu untuk keluarga, dapat teman baru, dan bisa kangen-kangenan sama teman-teman di Jakarta.

Soal teman baru ini, jadi selama training secara tidak disengaja akhirnya gw bisa deket sama dua orang. Satu dari Filipina, satu dari Malaysia. Kita sepantaran dengan karakter cenderung sama. Malam terakhir di KL, kita menghabiskan waktu dengan karaoke selama 4 jam, makan, dan diakhiri dengan minum di kamar hotel. Ga yang heboh super duper yey yey yey gitu, tapi menyenangkan. Kita bertiga bisa bercerita banyak, tentang ini itu. Dari hal yang tidak penting sampai yang fundamental macam agama dan prinsip hidup. Dan itu menyenangkan. :)

Oiya, hari ini adalah hari yang patut dirayakan karena gw berhasil melewati sebuah krisis nasional gawat darurat dengan sangat tenang. Ga akan gw tulis di sini karena gw malu. Tapi berakhir dengan baik dan manis.

Terakhir, selama ini gw beranggapan bahwa jatuh cinta itu adalah proses alami. Lo ga akan bisa nolak kalau itu datang. Tapi sekarang gw berubah pikiran. Jatuh cinta itu pilihan. Lo bisa menolak kalau rasa itu tiba-tiba datang. Sama dengan patah hati. Di akhir sebuah hubungan, kita bisa memilih, mau menganggap itu sebagai patah hati, atau cuma cerita yang akan lalu dan terlupakan dengan sendirinya.

Ini kok random ya jadinya? Hahaha. Anyway, life is short. Let's enjoy it :)

Senin, 20 Februari 2012

MBTI Personality Assessment

MBTI itu adalah Myers-Briggs Type Indicator. Salah satu alat yang digunakan untuk mengerti karakter seseorang. Nah, sekarang kan gw lagi ikut training leadership. Salah satu prework nya itu adalah untuk ngambil tes MBTI online. Hasilnya nanti adalah bagaimana karakter kita dipandang dari empat hal. Ada empat dikotominya.


Pertama : Bagaimana kita mendapatkan energi?

Kedua : Bagaimana kita memproses informasi?

Ketiga : bagaimana kita mengambil keputusan?

Keempat : Bagaimana kita menghadapi hidup?



Jadi, hasil akhir dari tes MBTI ini adalah 4 huruf yang mewakili karakter kita di setiap dikotomi di atas ini. Gw ngerjain tes ini awal tahun ini, gw kerjakan dengan serius. Gw pikirin bener-bener setiap pertanyaannya. Tapi hasilnya ga langsung dikasih tahu. Katanya sih mau dikirim via email.


Nah, tadi pas lagi trainingnya, dibahaslah si MBTI ini. Gw baru inget kalo gw belum terima hasil tes onlinenya. Ternyata emang belum dikirim. Sama fasilitatornya, kita semua dijelasin lagi satu persatu setiap dikotomi MBTI ini dan disuruh menentukan kita ada di sudut yang mana saat itu juga. Dari aktifitas itu, hasil gw adalah ESFP . Extraversion, Sensing, Feeling, Perceiving.


ESFP : Outgoing, friendly, and accepting. Exuberant lovers of life, people, and material comforts. Enjoy working with others to make things happen. Bring common sense and a realistic approach to their work and make work fun. Flexible and spontaneous, adapt readily to new people and encironments. Learn best by trying a new skill with other people.



Setelah selesai aktifitas itu, dibagiinlah hasil tes MBTI online yang gw kerjain tempo hari. Pas ngeliat hasilnya gw ngakak. Berdasarkan tes online, gw adalah ISTJ. Introversion, Sensing, Thinking, Judging.


ISTJ: Quiet, serious, earn success by thoroughness and dependability. Practical, matter-of-fact, realistic, and responsible. Decide logically what should be done and work toward it steadily, regardless of distractions. Take pleasure in making everything orderly and organized - their work, their home, their life. Value traditions and loyalty.


Jeng jeng jeng..


Kok bisa beda banget gitu ya. Cuma satu elemen yang sama. Di bagian bagaimana gw mengolah informasi. Sisanya bertolak belakang semua gitu. Kok bisa ya? Kalo kata fasilitatornya, ya emang bisa, MBTI itu menjelaskan kita nyamannya di mana. Sama aja kayak nulis pake tangan kiri dan pake tangan kanan. Dua-duanya bisa kan sebenernya (walaupun yang satu pasti tulisannya jelek), tapi pasti ada satu yang lebih nyaman. MBTI juga gini. Kita bisa aja merasa cocok dengan dekripsi Extraversion dan juga Introversion, tapi pasti ada satu yang lebih nyaman atau lebih natural buat kita.


Hmmm.. Berarti pas gw ngambil tes online, gw nyaman dengan kondisi ISTJ. Nah, pas tadi gw self assesment langsung, gw nyaman dengan kondisi ESFP.


Mari kita ingat-ingat. Satu hal yang yang terjadi di antara gw ketika mengambil tes online dan gw saat ini cuma satu sih. BALI - BANGKOK - SINGAPORE trip!


Hmmm wait.


Gw rasa kalo mau lebih spesifik si ya MUSHROOM! Hahahaha.


Kayaknya efek si mushroom ini masih bisa bikin gw happy sampai sekarang. Gw masih happy, masih ceria, masih santai, pokoknya masih feeling so good. I do enjoy my life. Well, ada beberapa luka batin (ceileee.. luka batiiiin..) yang masih terasa perih di sana sini, tapi herannya udah ga sesakit dulu. Semua kayak berasa lebih indah dan lebih gampang.


Gw juga ga yakin apa yang terjadi sih, tapi perjalanan kali ini kayak membantu gw menemukan diri gw yang dulu. Kalo kata Iqbal sih, si "Kugy" dalam diri gw. Yang bisa ketawa, bisa melihat segala sesuatu dengan santai, bisa damai. Mungkin karena gw merasa udah pernah ketemu sama Tuhan saat lagi jalan-jalan di dunia paralel gara-gara si mushroom ini. Hahahaha.


Kembali ke si MBTI preferences ini. Gw pikir baik si ESFP maupun ISTJ, gw bisa nyaman di kedua karakter itu. Tiba-tiba kepikiran aja nih. Eng ing eng, jangan-jangan gw berkepribadian ganda apa? Hahaha. Ngaco. Bukan itu. Tiba-tiba kepikiran aja bahwa ada penjelasan yang lebih masuk akal >> gw belum benar-benar paham karakter gw. Lebih jelasnya : tidak berkarakter [:


Errr.. Hahaha. Itu kok kayaknya menjelaskan dualisme karakter MBTI gw ya. Hahaha.


But anyway, life is a journey. I'm still on my way, collecting the missing puzzle, defining the life and the universe secret. Hihihi. Sweet disposition lah pokoknya :D

Selasa, 14 Februari 2012

What Happened in Bali, Stays in Bali

Nulis blog dengan judul ini agak kontradiktif ya. Kan yang udah kejadian di Bali harusnya tetap tinggal di Bali. Kalo ditulis, jadinya ga "stay" dong. Hahaha.

Secara keseluruhan, rencana extend dari Jumat sampai Minggu bersama beberapa teman kerja ternyata jauh di atas ekspetasi. Super fun. Bener-bener menyenangkan. Sampai sekarang masih berasa euforianya. Hahaha.

Watersport. Dugem. Shrooming. Semua fun :)

Dan beberapa hal-hal kecil yang ternyata bisa membuat gw punya kupu-kupu di perut gw lagi.
Dan terjalinnya kontak dengan seseorang di masa yang sangat lalu.
Dan kabar gembira dari seseorang yang ternyata nyesek di gw.
Dan perpisahan yang akhirnya terjadi juga dengan dia.


Jadi mellow. Hahaha.

Anyway.. What happened in Bali, stays in Bali.
Ada doa, sedikit harapan dan sedikit luka yang memang sebaiknya tetap di situ. :)

Kamis, 02 Februari 2012

Tongseng

Aaaaaaaaaa..

Sudah lama sekali ya tidak misah misuh meratapi nasib di blog.
Serius deh dari tadi siang sudah berniat menggila di blog nulis ini itu memaki ini itu.
Minggu ini minggu yang membuat emosi naik turun.

Tapi...

Begitu udah duduk manis di depan laptop mau menulis, kok rasanya cengeng, lenje dan childish ya nulis ini itu marah ini itu di blog.

Jeng jeng...

Mungkin gw sudah lebih dewasa. Sedikit. Hahaha.

Soalnya menurut gw, orang yang lebih dewasa lebih bisa memilih mana cerita yang jadi konsumsi publik, mana yang bukan. Tapi bila demikian, apakah orang introvert artinya adalah orang yang lebih dewasa? Kayaknya engga juga. Menunjukan emosi kepada publik itu kan normal ya. Kalau berlebihan baru mengganggu.

Hmmm.. Setelah dipikir-pikir lagi, mungkin juga karena semakin ke sini gw suka BT kalo baca twitter isinya orang ngeluh melulu. Gw juga yakin, siapa pun itu yang membuka blog gw (berasa rame aja.. hahaha) pasti juga berharapnya cerita senang lucu menyenangkan ga penting daripada keluhan ga bermutu. Hahaha. Jadi, malam ini gw memutuskan untuk tidak misah misuh. Yeaaay. Plok plok plok. Misah misugnya ganti cerita tongseng aja ya.

Jadi gini. Kemarin gw makan tongseng kambing di PSK Cilandak. Enaaaaaaaak banget. Pagi ini gw bangun jam empat pagi gara-gara perutnya mules, tapi ga bisa boker. Seharian rasanya kayak gitu. Kembung, dan ga bisa boker. Nah, tadi nih pas lagi nulis postingan ini, tiba-tiba perut mules parah dan puji tuhan, gw akhirnya boker. Setelah gw pikir-pikir lagi, gw baru inget kalau katanya kol itu bikin kembung katanya kan ya. Dan salah satu elemen tongseng adalaaaaaah? Yak betul. KOL!

Kesimpulannya? Kol memang bikin kembung.

OK. Sekian cerita hari ini. Besok Jumat loh.. Have a nice weekend :)
Semangat!!