Tampilkan postingan dengan label komodo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komodo. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Agustus 2014

Tanah Air


Tetapi kampung dan rumahku, di sanalah ku mrasa senang..

Hampir tidak ingat kalau pernah nyanyi Tanah Air pas perjalanan dari Pulau Komodo ke Pulau RInca di trip flores November 2012 yang lalu. Begitu indahnya bumi Indonesia, Flores pada khusunya, sampai-sampai saya nyanyinya itu rasanya benar-benar pakai hati. Thanks Sapri for recorded this :)

Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 69!

Kamis, 19 September 2013

#11 Overland Flores - Bagian 4 : Bertemu Komodo!

Ini adalah tulisan tentang catatan perjalanan saya November lalu ke tanah Flores. Bagian pertama, kedua dan ketiga bisa dibaca di sini.

18 November 2012

Pagi ini kita bangun dengan perasaan sangat-sangat bersemangat. Selain karena akhirnya kita bisa menikmati kasur super empuk dan pemandangan pagi yang ciamik di Hotel Jayakarta Labuan Bajo, agenda hari ini super menarik. Main di Pink Beach dan melihat Komodo! Yeay :)


Pantai yang ada di hotel Jayakarta kalau tidak salah baru indah untuk matahari tenggelam. Waktu saya turun untuk main-main di pantainya, hari sudah agak siang. Okelah hotelnya, kalau mau tempat tinggal yang rapih bersih dan elegan, hotel ini sangat recommended. Ya iyalah, berbintang git..


Suasana pantai yang sedang surut di pagi hari.



Bagian hotel yang menghadap ke pantai. Kolam renangnya bikin pingin nyebur!
Sekitar pukul setengah sembilan, kita dijemput untuk menuju  ke Pelabuhan. Jadi nanti untuk menuju ke Pulau Komodo, kita akan menggunakan kapal malam ini kami akan bermalam di atas kapal. Kita berempat benar-benar bersemangat!

Pelabuhan Labuan Bajo merupakan jantung kehidupan kota Labuan Bajo, tempat yang paling ramai. Kalau mau cari restoran atau toko-toko gitu ya di sekitar pelabuhan ini sih. Di sana selain tempat datang perginya barang-barang utama untuk menunjang kehidupan macam makanan, minuman dan barang dagang lainnya, pelabuhan ini juga merupakan satu-satunya pelabuhan yang bisa digunakan  kalau kita ingin menuju Pulau Komodo.

Sepanjang pelabuhan ini banyak sekali kapal-kapal yang memang ditujukan untuk wisata. Jadi kapal ini menyediakan kamar tidur dan di bagian atasnya ada tempat duduk dan meja untuk makan-makan. Hari ini agendanya adalah snorkeling ke Pink beach, tracking di Pulau Komodo, lalu bermalam di dekat Pulau Rinca. Yak betul, malam ini kita tidur di atas kapal!

Pelabuah Labuan Bajo dari atas bukit

Pose dulu di depan kapal yang akan kita naiki :p
Kita berangkat sekitar pukul 10 pagi. Lautnya tenang. Pemandangannya menyenangkan, di beberapa tempat, air lautnya bening, saking beningnya kita bahkan bisa lihat coral-coral di bawahnya. menyenangkan sekali lah pokoknya.


Mari kita berlayar!


Air yang bening, bukit yang cantik

Sejauh mata memandang..
Dan akhirnya sampai jugalah kita di pantai legenda yang kerap menjadi buah bibir orang-orang yang baru balik dari Komodo : Pink Beach! 

Untuk menjaga kelestarian terumbu karang di sekitar pink beach, kapal dilarang merapat ke pantai, jadi kita harus berenang dari kapal menuju pantai. Pink beach ini baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus banget! Pokoknya salah satu pantai paling seksi yang pernah saya datengin. Kita snorkerling dan dilanjutkan dengan  foto-foto pantai ala kalender seperti biasa. Snorkelingnya itu effortless banget. Airnya bening dengan terumbu karang warna warni dan ikan di mana-mana. Pantainya bersih dengan pasir berwarna putih kemerahan, sehingga kalau dari jauh atau kalau difoto, warnanya pink. Warna pink ini berasal dari perpaduan pasir di pantai dengan sisa-sisa coral berwarna merah dari dalam laut yang terbawa ombak. Cantik banget deh pokoknya.

Pink beach. Benar-benar Pink!

Ini dia penyebab warna pink nya ;)

narsis bentar ya hahaha
Foto special edition nih. Hahaha. Bikininya uda ga ada lagi, terbang pas dijemur di kapal.

The usual beach pose :p
Pokoknya kita puaaaaas banget sama pink beach ini, rasanya kayak ga mau balik ke kapal. Hahaha. tapi karena laper, jadinya ya balik lagi ke kapal sih buat makan siang. Walaupun makannya di atas kapal, tapi percayalah makanannya enak-enak loh. Kayak makan di restoran. Habis snorkeling, dingin-dingin, dikasih makanan enak, terus makannya sambil ngeliatin laut yang airnya biru dan bening itu surga kawan. Hehehehe.

Sore sekitar pukul tiga, kita akhirnya sampai di Pulau Komodo. Kapal bersandar di darmaga dan kami turun. Jadi inilah tempatnya ya, Pulau Komodo yang dinominasikan sebagai salah satu keajaiban dunia :)


Sandaran kapal menuju pulau Komodo

Selamat datang di taman Nasional Komodo!
Karena paket yang kita ambil sudah termasuk tiket masuk, jadi datang-datang kita tidak usah mengurus daftar mendaftar lagi. Pada saat kita datang, kebetulan ada komodo betina yang lagi nognkrong di bagian depan. Kata penjaganya kita cukup beruntung, karena ketika datang, ada komodo yang berkeliatan d sekitar pintu masuk. Kita pun mengambil foto di komodo, tapi sungguh itu agak ngeri. Takut tiba-tiba doi loncat lalu merekam. Hahaha. Tak lama, kita langsung mendapatkan guide, atau istilahnya ranger, yang akan mengantar kami mengelilingi Pulau Komodo. 

Foto sama komodo nya jarak min 1.5 m hihihi


Siap berangkat pak ranger!
Sebelum berangkat, kita dikasih penjelasan tentang hal-hal apa saja yang harus dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan di sana. Ga boleh lari-lari, ga boleh bawa makanan, dan kalau lagi menstruasi harus bilang. Komodo ini peka sekali dengan bau makanan, daging segar dan darah. Serem dah pokoknya.

Selain Komodo, di pulai ini juga tinggal beragam jenis binatang lain. Ada babi hutan dan rusa, yang notabene adalahah makanan si komodo. Ada juga berbagai macam serangga dan burung. Dalam perjalanan mengelilingi Komodo kita sempat bertemu dengan rusa, babi hutan, kancil dan tentu saja si komodo.


kancil

burung

babi hutan

burung lagi

rusa
Nah pas ketemu komodo, ternyata ga semenyeramkan yang kita kira. Dia cuma tiduran gitu ga bergerak kayak batang kayu. Rangernya menjelaskan kalau komodo ini memang memiliki trik demikian. Dia akan diam seperti itu sehingga si mangsanya tidak akan menyangka bahwa dia adalah ancaman. Ketika mangsanya sudah dekat, baru deh si komodo ini menggigit. Gigitannya tidak akan membuat korbannya langsung mati, tapi butuh beberapa hari. Komodo ini ga makan daging dari korban yang masih hidup. Nah karena digigit, bau darah dan daging segar kan akan menyebar di udara, komodo-komodo lain akan datang mendekat. Jadi biasanya, korban yang sekarat akan dikelilingi oleh banyak komodo yang menunggu dia mati. Begitu mati, baru deh diserbu dan dimakan rame-rame. Serem ya. Tapi itu loh yang paling engga banget, menipu hewan lain supaya disangka bukan hewan berbahaya. 

Si komodo pemalas

nyaru di antara pepohonan

Foto bersama si komodo dari jarak aman. Hahaha.
Ini adalah satu-satunya komodo yang kita temui sore itu sepanjang tracking di Pulau Komodo. Selain komodonya, Pulau Komodo itu sendiri adalah pulau yang sangat indah dan eksotis. Kita menyempatkan diri untuk berfoto-foto di puncak bukit sebelum kembali ke kapal.

Pulau komodo!

memandang masa depan (?)
Kejutan menyenangkan adalah ketika kita sampai di pos awal dekat dermaga, kita bertemu kawanan komodo lagi! yeay! Jadi di salah satu rumah panggung yang ada di dekat pos, ada yang sedang memasak. Karena mencium bau masakan, si komodo-komodo ini datang dan berkerumun tepat di bawah rumah panggungnya. Berharap mendapat makanan. Dasar pemalas. 


Komodo kelaparan!
Ketika kita meninggalkan pulau Komodo, hari sudah cukup sore. Tujuan selanjutnya adalah Pulau Rinca, tempat kami bermalam sekaligus merupakan destinasi terakhir trip ini. Pemandangan sore ini adalah salah satu pemandangan yang tidak akan pernah saya lupakan. Kita duduk di dek paling atas ditemani pisang goreng dan teh panas sambil menikmati langit yang makin lama makin jingga, menunggu matahari terbenam. 

Rasa nasionalisme tiba-tiba naik ke level maksimal. Nyanyi nyanyi lagu nasional sambil menikmati langit sore. Hahaha.

pisang gore, teh, dan matahari tenggela,

Indonesia tanah air beta!
Hari yang cukup melelahkan. Setelah kapal sandar, kita segera makan malam dilanjutkan dengan sesi curhat. Hahaha. Kesimpulannya hari ini  adalah hari yang memuaskan. Pink beach dan tracking komodo benar-benar bikin hati senang dan lupa sama capek-capek 3 hari kemari. Sekitar pukul sembilan kita pun tidur. Besok pagi, kita akan tracking lagi di Pulau Rinca. Katanya di sana komodonya lebih banyak dan lebih lincah. Mari kita lihat besok :)

[ ]


Kamis, 14 Maret 2013

Air Untuk Warga Komodo!

November tahun lalu bersama kawan kuliah Bita, Inu dan Sandy,  saya berlibur ke Pulau Flores. Iya, pulau Flores. Nun jauh di timur Indonesia. Well, masih lebih jauh Irian Jaya sih, tapi itu lokasi paling timur yang pernah saya kunjungi.

Di hari ke tiga, dalam perjalanan dari Riung ke Bena, kami sempat berhenti untuk berisitrahat. Saat kami berhenti, melintas di depan kami seorang bapak dan seorang ibu berjalan membawa beberapa dirigen kosong. "Pergi untuk mencari air", penjelasan guide kami.  Di desa tempat kami berhenti, instalasi air belum tersedia. Tiap keluarga harus berjalan untuk mengambil air di tempat-tempat tertentu.

Perjalanan mengambil air. Di beberapa tempat bahkan anak-anaklah yang bertugas mengambil air. :(

Flores adalah pulau yang indah. Apa saja yang kamu cari ada di sana. Naik gunung bisa, snorkeling bisa, wisata kuliner bisa, wisata adat bisa. Tapi kalau bicara soal pembangunan, yang namanya ketidakseimbangan pembangunan dapat dimengerti dengan jelas di sini. Bukan cuma keterbatasan air, listrik juga masih merupakan barang langka. Di Riung, listrik masih dijatah hanya tersendia jam 6 sore sampai jam 6 pagi.

Oleh karena itu, ketika saya membaca status BBM kawan saya, Shana, yang mengajak untuk patungan membeli galon dalam rangka membantu warga Komodo mengakses air, saya tidak berpikir dua kali!

Jadi Shana dkk sedang bekerja membuat sistem air bersih untuk warga di sekitar kepulauan Komodo. Dan untuk mendistribusikan airnya diperlukan galon-galon air.Untuk lebih jelas soal apa yang dilakukan di sana, say coba cerita plus say akasih gambar yang saya copy paste langsung dari blognya Shana ya. Hehehe.

Warga yang tinggal di kepulauan komodo harus pergi ke Labuan Bajo menggunakan perahu selama dua jam untuk bisa mengakses air bersih. Sepengetahuan saya, bahkan warga Labuan Bajo pun harus membeli air bersih dalam bentuk galon kalau ingin mandi enak dengan air bersih.
Nahm saya kurang paham soal teknologi ini, tapi intinya adalah akan ada sebuah alat yang dibangun di pulau-pulau kecil ini yang bisa mengolah air tanah menjadi air bersih. Jadi warga tidak perlu lagi pergi ke Labuan Bajo untuk membeli air.
Proses pemasangan alat ini sudah berjalan loh. Di bawah ini adalah beberapa dokumentasi proses instalasinya. Dan seperti yang saya bilang tadi, nantinya masyarakat dapat mengakses air bersih dari sistem ini. Pakai apa membawa airnya? Tentu saja pakai galon. Dan itulah yang sekarang Shana dkk sedang berusaha lakukan, mengumpulkan galon untuk para warga :)

Mau ikut membantu? Gampang kok. Tinggal transfer aja. hehehe.
Informasi detailnya di bawah ini ya,  juga saya salin langsung dari blog ibu Shana:

Teman-teman bisa ikut berkontribusi dengan salah satu atau semua dari 3 hal di bawah ini:
1. Ikut serta dalam program crowdfunding Komodo WAI ini dan membantu masyarakat Komodo mengumpulkan 5000 galon yang akan menjadi aset masyarakat lokal Komodo tersebut dengan bentuk donasi. Kontribusi teman-teman per galon senilai Rp. 26.000,-
2. Ikut menyebarkan pesan ini. Masyarakat lokal percaya mereka bisa meningkatkan kualitas hidup mereka dengan inisiasi kegiatan ini. Kami juga percaya. Oleh karena itu, kami menyampaikan pesan ini ke teman-teman.
3. Apapun yang ingin teman-teman kontribusikan, termasuk doa. Setiap kontribusi kalian sangat berarti bagi masyarakat lokal Komodo.
Gampang kan ya :) Update terakhir dari Shana, saat ini sudah terkumpul 3000 galon untuk memenuhi kebutuhan 5000 galon. KalauJadi teman-teman tertarik untuk berkontribusi, teman-teman bisa mengirimkan email ke pickbird@yahoo.com atas nama Shana atau email KOMODO WAIdi id.cleanwater@gmail.com.

Donasi untuk Galon bisa disalurkan melalui transfer ke:
1. Rek. Mandiri 1240005662425 a.n. Tinamitra Mandiri
2. Rek. BNI 0084762755 a.n. Adhi Setyo Santoso
3. Rek BCA: 7660305402 a.n. Hasna Afifah
4. Rek Woori Bank (Korea) 1002145667008 a.n. Santoso Adhi Setyo
5. paypal: adhi.setyo.santoso@gmail.com
Jadi kalau mau bantu, tunggu apalagi. Ga pakai tipu tipu. Hehehe. Hal kecil untuk perubahan yang mudah-mudahan berdampak besar. 

Hormat dan salut saya untuk Shana cs. Mari kita dukung :) Yuk mari!

Arti Nama Gabriella Kirana Anjani

Gabriella Kirana Anjani Anak kedua yang selalu dar der dor ada aja gebrakannya, ga bisa diem, banyk hobi, banyak mau, suka ngambek, tapi so ...