Cool - SpaceAstronout (The Milo cover)

Sabtu, 21 November 2009

tuh kan... emang ada yang salah dengan birokrasi ITB...

Ini ada sharing pengalaman dari temen gw, Hamal.
Makin sedih saja kalo inget alamamater gw yang satu ini..
Ini tulisannya..

Keramah-tamahan Pegawai dan Pejabat UI.

Sebagai orang yang pernah jadi mahasiswa yang bermasalah, tentu gue sering berurusandengan pihak Tata Usaha.. mulai dari Jurusan, Konseling dan Rektorat...

banyak suka duka yang gue dapetin dari pihak TU, dari mulai TU jurusan sampai TU Rektorat, atau bahkan Rektor, dekan dan Kajur itu sendiri...

akhirnya, gue pernah memiliki satu kesimpulan:
Pejabat dan Pegawai ITB itu:
- Ga ramah
- Berbelit-belit
- susah gue ajak ngomong (ga tau kalo sama orang lain)

dan yang pernah gue denger kampus lain di Bandung malah lebih nyebelin daripada ITB...
gue sempat bangga dengan ITB akan hal itu...
Tapi,sampai hari kemaren, semua kesimpulan gue itu harus gue akui salah total

kamis 19 November 2009, gue presentasi sayembara ke rektorat UI di Salemba.



sampai di salemba, gue disambut dengan TU yang sangat ramah dan selalu senyum, meskipun dia tampak seperti ibu-ibu...

begitu datang panitia sayembara, mereka juga ga kalah ramahnya,
bahkan setiap berpapasan, mereka selalu senyum dan mengucapkan salam

begitu datang rektor UI, bahkan beliau lebih ramah daripada semua orang itu dan benar-benar bertindak sebagai tuan rumah yang sangat hangat..

tentu saja gue bingung..
selama ini gue berpikir:
pihak pejabat kampus adalah orang-orang paling nyebelin, sombong dan ga ramah..
padahal tadinya gue berpikir, kalo orang-orang ITB yang ada Bandung aja ga ramah,
apalagi orang-orang UI yang ada di Jakarta, diamna orang-orang jakarta terkenal bermuka stress, dingin dan ga punya perasaan itu?

saking gue penasarannya, gue masuk ke satu ruangan yang bertulisan "Dirut PSDM UI" dan gue menanyakan kenapa meraka bisa ramah kepada orang yang disebut sebagai dirut itu

ternyata orang tersebut lebih ramah daripada semua orang dan menjawab itu sambil tertawa

"lima tahun yang lalu, jujur, kami sangat tidak ramah..
tapi sejak UI 100 menjadi BHMN, dimana semua pegawai bukan lagi diambil sebagai pegawai lagi, kami menetapkan seleksi yang ketat untuk menjadi pejabat UI.."

"Rektor UI sendiri, memberikan peraturan kepada seluruh pegawai di UI agar ramah kepada semua orang.., dari tamu sampai mahasiswa"

"kami juga menghilangkan sistem birokrasi yang berbelit-belit, dan ternyata hal itu benar-benar membuat segalanya menjadi lebih efisien"

"percaya atau tidak, mas... dengan senyuman, semua masalah menjadi cepat terselesaikan"

"kalau bisa dipermudah, buat apa dipersulit"


gue cuma cengo ngeliat pendapat bapak tadi.. beliau langsung pulang jam 18:15, padahal itu sudah jauh diatas jam kerja.. tapi beliau tampak sangat menikmati pekerjaannya...

saaing ga ada birokrasinya,
hasil keputusan juri, langsung diberikan setelah 15 menit dari presentasi terakhir.....

gue malu, kenapa ITB tidak bisa mengikuti hal tersebut?
apa yang salah dengan meniru sikap ramah dan nol birokrasi seperti yang diterapkan UI?

suasana kekeluargaan yang gue rasakan di UI, membuat gue betah selama berada diantara mereka..

gue jadi inget ketika dulu berhadapan dengan dengan Pak Dekan SAPPK, bawaannya tegang terus.... udah ga ada senyum, diteken melulu pula...

sementara ketika berhadapan dengan rektor UI, bawaannya ketawa, kehangatan dan kenyamanan...

gue ga peduli dengan ada atau tidaknya politik apapun yang tersembunyi dibalik itu
yang gue peduli adalah apa yang langsung gue rasakan..

bahwa keramah-tamahan yang harusnya menjadi ciri khas orang Indonesia, terutama Bandung,
TIDAK DITERAPKAN DALAM PIHAK PEJABAT DAN PEGAWAI KAMPUS ITB!!
paling tidak ,selama gue berhadapan dengan mereka dari tahun 2003-2008


ini gue tulis bukan gara-gara gue benci ITB,
sebaliknya gue sangat mencintai almamater gue, bahkan lebih daripada nyawa gue sendiri...

gue harap, rektor baru di ITB bisa membawakan ITB jadi lebih baik..
kalau ga mampu, biar gue aja yang jadi rektor di ITB..


Ir. Hamal O. Pangestu,
AR ITB 2003, IMAG 2004




Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri
Rektor, Universitas Indonesia

saya iri pada mahasiswa UI karena mereka bisa punya rektor seperti bapak...

Sumber:
http://www.facebook.com/notes/hamal-o-pangestu/keramah-tamahan-pegawai-dan-pejabat-ui/186476216921

1 komentar:

Randy mengatakan...

masa sih Git tergantung sikon kali hehehe..